oleh

Tilep Emas, Pengawai Pegadaian Diamankan Polisi

POSKOTA.CO – Tak kuat melihat kilauan emas bernilai miliaran rupiah, seorang pengawai Pegadaian berinisial RD (35) diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kronologisnya, RD memiliki jabatan sebagai pengelola agunan di PT Pegadaian Cabang ML. Waktu itu (12/10/2021), pimpinannya RD berinisial D melakukan pemeriksaan berangkas penyimpanan emas. Saat penghitungan kepingan emas, terhitung selisih barang yang mencurigakan dari daftar pencatatan emas gadaian. Terhitung ada 16 potongan emas raib dari brankas. Selanjutnya D meminta RD coba mencek ulang, mana tahu kepingan emas yang tidak ditemukan salah kasih atau salah penempatan. Namun upaya menemukan emas yang raib tidak ditemukan.

Kembali dicek berulang-ulang dengan sistem yang ada di kantor Pegadaian, tetap tidak memperoleh hasil. Tim audit datang membantu melakukan pengecekan, malah kepingan emas yang hilang bertambah menjadi 20 keping. Mendengar hasil pemeriksaan Tim Audit Pengadaian bertambah, gelagat RD mulai mencurigakan. RD buru-buru menyerahkan kunci brankas ke pimpinannya D, lalu langsung keluar meninggalkan kantor dan menghilang dengan tidak mengaktifkan telepon genggamnya.

“RD kita amankan saat berada di Halte Simpang Bascamp wilayah Kecamatan Sagulung Batam. RD disangkakan telah menyalahgunakan kewenangan dengan mengeluarkan emas tanpa prosedur untuk kepentingan pribadinya,” kata Kompol Reza Morandy Tarigan SIK, MH saat konferensi pers di Mapolresta Barelang Batam, Selasa (9/11/2021).

Reza Morandy melanjutkan, berat 16 potongan emas yang raib tersebut 200 gram. Berdasarkan audit yang dilakukan Satuan Pengawas Internal (SPI) PT Pegadaian Indonesia ditemukan kerugian negara mencapai Rp1,250 miliar. Saat ini RD ditahan di Satreskrim Polresta Barelang Batam untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat RD dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pembrantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp200 juta. (ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *