oleh

Tampar Tetangga hingga Tuli, Pesepak Bola Naturalisasi Ditangkap Polisi

TANGERANG – Seorang pesepakbola naturalisasi asal Nigeria, Egwuatu Godstime Ueseloka, diamankan Polres Metro Tangerang Kota. Ia ditangkap setelah menampar tetangga rumahnya sendiri, Kevin Hartanto.

Insiden tersebut berlangsung di Jalan Taman Paris 1, Lippo Karawaci, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Aksi Egwuatu menampar Kevin pun viral di media sosial.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, membenarkan penangkapan terhadap pesepakbola naturalisasi tersebut. Menurutnya, Egwuatu diamankan berdasarkan laporan korban ke Polres Metro Tangerang Kota tanggal 8 Desember 2023.

“Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota sudah mengamankan pelaku pada tanggal 19 Desember 2023, setelah proses penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku,” ungkapnya, Kamis, 21 Desember 2023.

Kombes Zain menjelaskan, peristiwa yang dilakukan Egwuatu terjadi pada 08 Desember 2023 sekira jam 07.00 WIB. Bermula ketika korban yang saat itu baru sampai lalu memarkirkan kendaraan didepan rumah.

“Tak lama kemudian korban melihat pelaku mengeluarkan mobil, tetapi pada saat mobil tersebut mundur untuk keluar, mobil yang digunakan pelaku menyenggol bagian bemper belakang mobil korban dan korban mendengar karena ada suara benturan dan mendatangi suara tersebut,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, korban langsung mendatangi dan menegur Egwuatu sambil berkata “Pak mobilnya kena”. Egwuatu kemudian mencoba menarik Kevin dari dalam mobil namun tidak bisa.

“Selanjutnya, pelaku keluar dari dalam mobil dengan mengucapkan “Kamu kayanya gak sopan ya” sebanyak 2 kali dan langsung menampar dengan telapak tangan kanannya ke bagian kiri kepala korban dua kali, kemudian meninggalkan korban dengan mengendarai korbannya,” papar Zain.

Akibat penamparan itu, gendang telinga sebelah kiri Kevin pecah hingga  tuli. “Sementara, kita masih terus mendalami kejadian ini, dan masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” ungkap Kombes Zain.

Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan barang bukti yang telah dikumpulkan polisi berupa Hasil Visum, rekaman Video dan rekaman CCTV maupun pemeriksaan terhadap korban dan saksi lainnya.

“Saat ini pelaku sudah kita tetapkan menjadi tersangka, dan setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku kita tahan dengan pasal penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 1 KUHP, Ancaman pidananya penjara 7 tahun,” ucap Kombes Zain menandaskan. (Imam/ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *