oleh

Sudah Dihukum 4 Bulan Penjara, Kini Digugat Ganti Rugi Rp23 Miliar

POSKOTA.CO– Sengketa mantan rekan bisnis perusahaan rokok di Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih berbuntut panjang. Direktur Utama perusahaan rokok ternama, CH merasa terusik rasa keadilan.

Sebab, CH kembali digugat secara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan oleh PV mantan bisnis CH dengan nilai ganti rugi Rp23 miliar. Padahal pada tahun 2020, CH telah menjalani vonis hukuman penjara selama 4 bulan yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Malang yang dianggapnya sebagai vonis yang ‘aneh’.

“Sebagai pengusaha yang berjuang keras demi turut mengurangi jumlah pengangguran yang terus meningkat, CH merasa sangat kecewa ketika hukum hanya digunakan sebagai sarana mencari keuntungan, bukan sebagai sarana mendapatkan keadilan,” kata penasehat hukum CH, Dr. Wahju Prijo Djatmiko, S.H., M.Hum., M.Sc., dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/9/2021).

Menurut Wahyu, kasus ini berawal ketika PV menginvestasikan uangnya ke perusahaan rokok yang dipimpin oleh CH pada tahun 2012. Sebenarnya, menurut CH perusahaannya secara finansial tidak ada masalah, namun karena pertemanan dia terima investasi tersebut. CH mengatakan “Ia lho inves cuma sekali, sebesar Rp1 milliar di tahun 2012,” keluh CH seperti ditirukan Wahyu.

Menurutnya, modal dan keuntungan sudah ia bayarkan kepada PV. “Sebenarnya investasi ini sudah bermasalah sejak awal karena tidak melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Lebih tepat disebut sebagai pinjaman kepada pribadi bukan kepada perusahaan,” ungkap CH seperti disampaikan Wahju.

Wahyu selaku penasihat hukum CH mengungkapkan, sebenarnya antara CH dengan mitra usahanya PV sudah ada perdamaian. “Ada akta perdamaiannya. Klien saya juga sudah mengembalikan uang kepada PV Rp800 juta di samping keuntungan yang sudah ia transfer. Sudah damai, dulu juga sudah dicabut laporan polisinya dan mereka sepakat tidak akan ada lagi gugat-menggugat,” ujar Wahyu.

Anehnya, gugatan tetap dilayangkan oleh PV yang menuntut ganti kerugian kepada CH sebesar Rp23 miliar. Saat ini proses gugatan telah sampai pada pemeriksaan
bukti dari masing-masing pihak. “Sudah selesai, tapi masih digugat lagi. Saya memohon kepada para pengadil, untuk dapat memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi klien saya ini. Kita harus mengutamakan keadilan substantif dari pada keadilan prosedural,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Naili Ariyani,S.H.M.H selaku kuasa hukum PV mengatakan, pada tahun 2012, seorang entertainment dan pebisnis berinisial PV menjalin kerja sama dengan CH selaku Direktur Utama PT. BK, perusahaan rokok yang ada di Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Kerjasama antara PV dan CH (Selaku direktur utama) tersebut dituangkan dalam beberapa surat perjanjian dan diperpanjang setiap tahunnya hingga berakhir pada tahun 2016.

Dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) tersebut saudara PV menempatkan/memberikan dana sebesar 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah), untuk dikelola oleh CH dalam usaha produksi rokok.

Berdasarkan klausul dalam surat perjanjian pertama hingga surat perjanjian terakhir di antara PV dan CH/PT. BK, CH berjanji memberikan laporan pengelolaan dana dan berjanji memberikan keuntungan kepada PV sebesar 10 dari dana investasi setiap bulannya serta mengembalikan modal investasi kepada PV diakhir masa perjanjian.

Namun terhitung sejak berakhir perjanjian yang pertama, hingga perpanjangan perjanjian yang terakhir di tahun 2015, CH/PT. BK tidak melaksanakan kewajiban untuk menyerahkan hak PV atas bagian keuntungan modal investasi sebagaimana disepakati dalam surat perjanjian;

Untuk memperjuangkan haknya yang belum diselesaikan oleh CH/PT. BK, PV mengajukan Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mengenai akta perdamaian yang pernah dibuat antara PV dan CH, Akta Perdamaian tersebut samasekali tidak berkaitan dengan pengakhiran perjanjian investasi di antara para pihak.

Katanya, akta perdamaian tersebut merupakan kesepakatan perdamaian atas perselisihan hukum antara CH dan PV pada ranah pidana yang mana berdasarkan Akta Perdamaian tersebut, CH bersedia memberikan ganti rugi kepada PV sebesar Rp 800.000.000.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *