oleh

Polisi Larang Kuasa Hukum Temui Habib Rizieq di Tahanan

POSKOTA.CO-Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah mendatangi Rutan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Selasa (22/12/2020) sore. Tujuannya untuk menemui Habib Rizieq dalam tahanan, namun gagal.

Pihak petugas tahanan beralasan, jika pengacara mau bertemu Habib Rizieq harus ada izin serta ditemani penyidik dari Bareskrim Polri. Sebab, kasus Habib Rizieq sekarang diambil alih Bareskrim Polri.

Alamsyah mengatakan, dia mau menemui kliennya Habib Rizieq Shihab dalam rangka untuk melakukan pembelaan. Pengacara senior itu hanya sekitar 10 menit berada di dalam rutan dan bertemu petugas, Alamsyah kembali keluar gedung rutan.

“Saya tidak bisa menemui klien saya Habib Rizieq. Alasan petugas jaga tahanan, karena kasusnya sudah dilimpahkan ke Bareskrim Mabes Polri. Jadi kalau menemui nya harus didampingi penyidik Bareskrim Mabes Polri. Itu menurut informasi petugas jaga tahanan tadi,” kata Alamsyah, Selasa (22/12/2020).

Alamsyah Hanafiah mengaku sangat kecewa, karena dia selaku kuasa hukum tidak diperkenankan menemui klien nya yang sedang ditahan untuk kepentingan pembelaan. “Mestinya di sini Polri harus jelas. Saat kasus diambil alih Mabes Polri, klien saya tetap ditahan di Polda Metro Jaya harusnya sudah berkoordinasi dan memperbolehkan pengacara jika ingin menemui klien saya,” tegas Alamsyah.

Menurutnya, sangat tidak logis jika mau menemui klien nya harus ke Mabes Polri dulu untuk mengajak penyidik Bareskrim mendampingi. “Itu menyulitkan kerja kami untuk melakukan pembelaan. Cara seperti ini melanggar KUHAP,” tegasnya.

Sebab, sesuai KUHAP, seseorang yang berstatus tahanan dan ditahan, setiap saat dan kapanpun wajib dan diperbolehkan ditemui kuasa hukumnya dalam rangka pembelaan. “Yang terjadi sekarang tidak sesuai KUHAP. Kami dipersulit menemui klien kami. Apalagi kasus klien kami ini kan pidana umum yang ancaman maksimal nya hanya 6 tahun penjara,” ujar Alamsyah.

Menurutnya dengan status tahanan atas Habib Rizieq, kurang ada kejelasan dan koordinasi antara polisi dan kuasa hukum. “Seharusnya ada koordinasi dan kerjasama agar kasus klien kami jelas,” tambah Alamsyah.

Disinggung langkah selanjutnya, tim kuasa hukum bersiap menjalani sidang gugatan praperadilan yang diajukan Habib Rizieq di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Sidang akan digelar pada 4 Januari 2021 mendatang terkait penetapan tersangka Habib Rizieq oleh polisi.

Seperti diketahui dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan saat kerumunan di acara akad nikah di Petamburan, polisi menetapkan enam tersangka.

Salah satunya adalah Habib Rizieq Shihab selaku penyelenggara acara dijerat dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 93 UU Karantina Kesehatan, yang ancaman hukumannya hingga 6 tahun penjara.

Karenanya Habib Rizieq ditahan di Rutan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sejak, Sabtu (12/12/2020). Sementara 5 tersangka lainnya tidak ditahan, karena hanya dijerat Pasal 93 UU Karantina Kesehatan yang ancaman hukumannya hanya 1 tahun penjara.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *