oleh

Permohonan Kasasi Mantan Menpora Imam Nahrowi Ditolak MA

POSKOTA.CO – Upaya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi untuk bisa mengurangi hukuman penjara tujuh tahun terkait kasus korupsi gagal. Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Imam Nahrowi.

Mantan orang nomor satu di Menpora tetap dihukum tujuh tahun penjara ditambah uang ganti rugi Rp 18,1 miliar dalam kasus suap dana hibah KONI. “Terdakwa tolak. JPU tolak perbaikan,” begitu bunyi amar putusan yang dilansir website MA, Selasa (16/3/2021).

Sidang kasasi itu dipimpin Ketua Majelis Suhadi dengan Anggota Prof Abdul Latief dan Prof Krisna Harahap. Putusan kasasi Imam Nahrowi diputuskan pada Senin (15/3/2021) dengan Panitera Pengganti Agustina Dyah Prasetyaningsih.

MA memperbaiki sepanjang uang pengganti, pidana pengganti denda, pidana pengganti uang pengganti dan lamanya pencabutan hak untuk dipilih. Imam Nahrowi di tingkat pertama dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda Rp400 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Pertimbangan hakim, bahwa Imam Nahrowi terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait pencairan dana hibah KONI. Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa ganti rugi Rp18,1 miliar.

Hakim juga mencabut hak politik Imam selama empat tahun. Permohonan ‘justice collaborator’ yang diajukan politikus PKB itu juga ditolak hakim. Sementara Jaksa KPK sebelumnya menuntut Imam Nahrowi dengan hukuman 10 tahun serta pidana denda sejumlah Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Mantan Mepora itu juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp19,1 miliar dalam waktu satu bulan. Jaksa juga menuntut agar hak politik Imam dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

Imam Nahrowi tetap membahtah dirinya melakukan tindak pidana suap sehingga harus mendekam dalam penjara. Malah dia meminta aliran dana Rp11,5 dari KONI ditelusuri sampai tuntas. Tidak puas atas hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya, Imam mengajukan kasasi, namun akhirnya kandas juga. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *