POSKOTA.CO – Akhirnya, lima dari tujuh orang warga negara (WN) India yang lolos dari proses karantina kesehatan setiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten akhirnya ditangkap polisi. Ketujuhnya diketahui menggunakan jasa calo bandara sehingga mereka lolos dari pantauan petugas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ketujuh warga India itu dibantu oleh empat orang calo sehingga mereka lolos karantina kesehatan. Ketujuh orang itu lolos di tahap kedua dari tiga tahapan yang seharusnya dijalani.
“Modus operandinya sama semuanya. Tahap pertama pemeriksaan mulai dari turun pesawat lalu masuk mengisi formulir EAHC. Masuk menuju konter pemeriksaan THAC juga sampai masalah swab dan PCR dari sana masuk ke loket Satgas. Dari sana menuju konter imigrasi sampai dengan di area pengambilan barang sampai pintu keluar itu tahap satu namanya,” kata Kombes Yusri Yunus di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/4/2021).
Pada tahap kedua, ketujuh WN India warga tersebut seharusnya masuk ke dalam bus DAMRI untuk menuju ke tahap ketiga, yakni lokasi karantina. Namun, ketujuh WN India itu diarahkan oleh para calo menuju ke taksi yang telah disediakan. “Tahap ketiga adalah di hotel untuk karantina di sana. Prosedur harus dilewati setiap warga negara yang mau masuk ke Indonesia dari luar negeri,” tegas Yusri.
Ketujuh warga negara India yang berhasil lolos karantina mengeluarkan yang jasa kepada calo sebesar Rp 7,5 juta. “Ada beberapa orang yang membantu. Untuk calonya dengan bayaran beraneka ragam ada yang Rp 6 juta Rp 6,5 juta Rp 7,5 juta per orang,” ujar Kombes Yusri Yunus
Ketujuh WN India itu datang ke Indonesia dengan menumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ988. Pesawat itu terbang dari India menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.
Kasus dugaan untuk lolos dari karantina di Bandara Soetta kini terus diselami polisi. Empat orang calo telah ditetapkan tersangka karena membantu meloloskan JD, WNI dari India masuk ke Indonesia tanpa melewati protokol kesehatan.
Polisi kini juga tengah mengusut kelompok lain dengan modus yang sama diduga berhasil meloloskan tujuh warga negara asing masuk ke Indonesia tanpa prosedur protokol kesehatan. (Omi)







Komentar