oleh

Diduga Tertipu Jasa Servis Mobil, Pengusaha IT Lapor ke Polres Bekasi

POSKOTA.CO – Belasan orang dari beberapa daerah di DKI Jakarta diduga tertipu jasa sevice mobil matic di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Tommy Lukmana (47) pengusaha bidang IT, satu dari belasan orang yang diduga tertipu melaporkan kasus tersebut ke Polres Bekasi, pada Sabtu (24/10/2020).

Dalam laporan tersebut Tommy menceritakan awal mulanya, ia mencari jasa perbaikan mobil matic melalui jejaring internet lantaran mobilnya rusak di bagian transmisi, pada 7 November 2019.

“Ketemu lah bengkel mobil itu dari internet, di kawasan Rawalumbu. Besoknya saya ke lokasi. Kata pemilik bengkel inisial NP paling biayanya Rp 750 ribu. Terus saya tinggal mobilnya,” ucap Tommy.

Keesokan harinya, ia dihubungi NP yang memberitahukan bahwa terdapat banyak sparepart yang harus diganti. Namun, saat tiba di bengkel, mobilnya telah dibongkar sehingga Tommy terpaksa harus memperbaikinya di sana.

“Kan saya mau lihat dulu, tapi pas sampai di sana udah dibongkar. Ya terpaksa harus diperbaiki. Itu akal-akalanya pelaku biar saya enggak pindah bengkel,” terangnya.

Saat diberitahu daftar barang yang harus diganti, Tommy diminta untuk membayar Rp 10 juta, namun ia bernegosiasi sehingga disepakati harga yang harus dibayarkannya berkisar Rp 9 juta.

Setelah melakukan pembayaran pada 13 November 2019, kerusakan pada mobilnya tak kunjung membaik. Ia pun meminta untuk kembali diperbaiki, namun ia kembali dimintai bayaran tambahan.

“Pas mau ambil, saya coba dulu, masih sama kondisinya, enggak bener, kayak enggak diapa-apain. Kata montir harus ada lagi yang diganti. Ya sudah saya tinggal lagi,” tegasnya.

Waktu itu pada saat di bengkel, ia bertemu dengan sejumlah orang yang mendapatkan permasalahan yang sama. Mobil mereka pun tak kunjung membaik walaupun telah membayar jutaan rupiah. Sejumlah orang yang merasa ditipu semua berasal dari kota Jakarta.

Info bengkel yang didapatkannya oleh mereka sama seperti Tommy dari jejaring internet dengan tawaran garansi dua tahun service.

Dari sejumlah orang yang tertipu Tommy dan yang lainnya membuat WA group dengan bercerita di group tentang permasalahan yang mereka dapat.

“Akhirnya saya sama orang yang merasa ditipu bikin grup di WA. Saya yang memberanikan diri lapor ke Polda awalnya, terus sampai dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Total di grup itu saja ada 18 orang yang ketipu,” ungkap Tommy.

Waktu itu sebenarnya Tommy sudah ingin mengambil kembali mobilnya, namun ketika ia datang ke bengkel tersebut, mobilnya tidak ada dan NP berkelit. “Sudah hampir setahun mobil saya enggak tahu kemana. Kabarnya digadaikan sama NP,” ucapnya.

Tommy mengatakan NP sering dilaporkan ke polisi oleh orang-orang yang merasa tertipu, namun pasal yang dikenakan tentang penipuan dan masalah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Makanya sekarang laporan saya ganti yang tadinya pasal 378 penipuan, sekarang jadi pasal 372 penggelapan. Karena sampai sekarang mobil saya enggak tahu ada di mana,” tegas Tommy.

Tommy menyatakan total kerugian yang dialaminya mencapai Rp 89 juta. Sementara orang lain yang juga tertipu mengaku merugi Rp 5-10 juta.

Tommy berharap kasus ini segera selesai agar tidak ada lagi warga yang kembali ditipu oleh oknum-oknum yang tidak bisa bertanggung jawab.

“Ya saya berharap pihak kepolisian segera melakukan tugasnya dengan baik supaya tidak ada lagi warga yang tertipu lagi dan mengalami kerugian seperti saya dan teman-teman lain yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (rihadin/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *