oleh

Sumber Daya Alam Terbarukan, Multiguna Kayu Dikupas Guru Besar IPB Prof Deded Sarip Nawawi

BOGOR – Kayu merupakan sumber daya alam terbarukan yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan manusia. Kayu telah digunakan sejak dulu secara tradisional untuk bahan bangunan, sandang, dan bahan bakar.

Karena sifat multigunanya, pemanfaatan biomassa kayu telah berkembang bukan lagi hanya untuk penggunaan tradisional tetapi sudah menjadi bahan baku multi industri bioproduk modern, yakni serat, rayon, produk biokimia, farmasi, kertas dan biomaterial fungsional lainnya.

Prof. Dr. Ir. Deded Sarip Nawawi, M.Sc.F.Trop kepada wartawan Rabu (22/5/2024) mengatakan, perkembangan produk material kayu terbarukan ini didorong oleh semakin besarnya perhatian pada pembangunan berkelanjutan dan proteksi lingkungan, serta mengurangi kebergantungan pada produk berbasis fosil.

“Salah satu perkembangan teknologi proses pemanfaatan biomassa lignoselulosa adalah biorefineri yang merupakan konsep integratif dan multifungsi dalam penggunaan secara maksimal seluruh komponen biomassa untuk menghasilkan beragam produk (kimia, material, bioenergi/biofuel, makanan) secara berkelanjutan,” ujar Prof Deded.

Ia menjelaskan, tantangan dalam pemanfaatan komponen biomassa tumbuhan adalah keragaman sifatnya yang sangat tinggi, tetapi dibalik itu tersimpan potensi diversifikasi produk yang sangat tinggi pula baik jenis, bentuk, maupun fungsi dan manfaatnya.

Lignin merupakan polimer alami penyusun dinding sel tumbuhan terbanyak kedua setelah selulosa dengan kandungan sekitar 15-35 persen.

“Saat ini, industri biorefineri masih tertumpu pada pemanfaatan berbasis selulosa (misalnya industri pulp dan kertas atau bioetanol), sementara lignin merupakan hasil sampingnya (limbah) yang masih dianggap bernilai rendah,” paparnya.

Sumber lignin teknis saat ini terutama berasal dari industri pulp dan kertas. Data Kemenperin (2021) mencatat produksi pulp tahun 2021 mencapai 11,8 juta ton dengan potensi lignin dalam lindi hitam dapat mencapai 5-6 juta ton.

Pemanfaatan lignin terbesar saat ini adalah sebagai bahan bakar yang mencapai 98 persen. Berdasarkan struktur kimianya, lignin sangat berpotensi sebagai bahan baku berbagai produk biomaterial dan kimia, akan tetapi lignin merupakan polimer berstruktur kompleks dan beragam sehingga memunculkan tantangan tersendiri dalam upaya pemanfaatannya.

“Penelitian karakteristik kimia dan biorefineri lignin akan menjadi dasar untuk inovasi dan pengembangan teknologi proses serta diversifikasi produk berbasis lignin,” tegasnya.

Beberapa hasil studi kerjasama dengan mitra di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa aplikasi lignin dan lignosulfonat hasil isolasi dari limbah industri pulp dapat meningkatkan sifat tahan api produk rotan dengan bobot massa terbakar menurun sekitar 40-60 persen. (yopi/jo) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *