oleh

Siloam Neuroscience Summit 2025, Hadirkan 44 Narasumber dari Berbagai Bidang Ilmu Kedokteran

JAKARTA – Rumah sakit jejaring Siloam International Hospitals menyelenggarakan acara ilmiah berskala nasional bertajuk Siloam Neuroscience Summit (SNS) 2025. Acara tersebut berlangsung pada 19 hingga 20 September 2025 di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat.

Forum ini menjadi wadah strategis bagi lebih dari 600 tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan terkini di bidang neurosains. SNS 2025 terselenggara atas kolaborasi lima rumah sakit jaringan Siloam, yaitu Siloam Hospitals Lippo Village, Kebon Jeruk, TB Simatupang, Denpasar, dan Medan.

Dengan mengangkat tema ‘Exploring the Depth of Neuroscience: New Horizons and Opportunities’, acara ini menghadirkan total 44 pembicara, yang terdiri dari lima narasumber internasional dan 39 pembicara nasional. Mereka berasal dari beragam disiplin keilmuan seperti bedah saraf, neurologi, psikiatri, hingga rehabilitasi medik.

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menjelaskan bahwa penyelenggaraan SNS 2025 merupakan bagian dari komitmen Siloam dalam menciptakan ekosistem edukasi dan inovasi di bidang neurosains. Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kolaborasi antarprofesi yang akan memperkuat posisi Siloam Hospitals Lippo Village sebagai Center of Excellence Neuroscience di Indonesia.

“Selama dua hari penyelenggaraan, SNS 2025 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti workshop klinis, simposium tematik, pameran alat medis, demonstrasi teknologi robotik untuk operasi saraf, serta kompetisi e-poster,” kata Caroline.

Beberapa topik utama yang dibahas mencakup stroke, gangguan gerak, bedah saraf, infeksi dan imunologi saraf, nyeri kronis, pencitraan otak, pemulihan fungsi neurologis, serta kanker otak. Fokus khusus juga diberikan pada tema-tema seperti manajemen nyeri, pelatihan penanganan stroke, teknologi robotik, pencitraan saraf, serta peran keperawatan dalam neurosains.

Para narasumber ternama turut hadir, termasuk Prof. Dr. Monique van Bruggen-Rufi dari Belanda, Daniel Chiung Jui Su dari Taiwan, serta pakar Indonesia seperti Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, Prof. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, dan Prof. Dr. dr. Julius July.

Chairman SNS 2025, Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, menyampaikan bahwa acara ini merupakan refleksi dari semangat kolaboratif untuk mengintegrasikan ketelitian ilmiah dengan pendekatan klinis yang berorientasi pada pasien. Ia menekankan pentingnya lintas disiplin dalam menciptakan terobosan baru, termasuk dalam pengembangan metode bedah saraf yang lebih presisi dan minim risiko.

Narasumber Prof. Dr. dr. Julius July, yang juga menjabat Chairman menyoroti keberhasilan Siloam dalam menangani lebih dari 20.000 operasi bedah saraf kompleks secara aman dan efektif. Di tengah meningkatnya angka kasus penyakit saraf seperti stroke, epilepsi, dan migrain di Indonesia, kebutuhan akan sistem layanan kesehatan neurologis yang komprehensif dan berbasis teknologi menjadi semakin penting. Melalui SNS 2025, Siloam berharap dapat menjadi katalisator bagi pengembangan layanan neurosains nasional yang lebih terstruktur, modern, dan inklusif. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *