JAKARTA – Penggunaan kendaraan listrik untuk public needs semakin bertumbuh secara masif. Kali ini giliran PT Pos Indonesia (Persero) yang mengoperasikan kendaraan listrik untuk operasional pengiriman barang.
Langkah PT Pos ini Bertajuk “PosIND Goes Green” memperkenalkan mobil listrik yang akan digunakan untuk kegiatan operasional pengiriman barang.
Desty Arlaini, Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan peluncuran ini menjadi penanda bahwa PosIND telah berkomitmen untuk menerapkan prinsip ESG dalam menjalankan bisnisnya.
“Launching ini menegaskan bahwa PosIND mulai memberi atensi pada peningkatan performa perusahaan yang bersifat berkelanjutan namun tidak merusak alam,” ungkap Desty, Rabu (29/4/2025).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PosIND Faizal Rochmad Joemadi menjelaskan bahwa PosIND Goes Green merupakan langkah dan komitmen PosIND untuk memutar roda bisnis perusahaan sembari menjaga keberlangsungan alam.
“Pada tahap awal kami memberlakukan penggunaan energi ramah lingkungan atau energi terbarukan, pengelolaan limbah, serta konservasi sumber daya alam tak tergantikan,” tutur Faizal.
Beberapa hal yang telah diaplikasikan oleh PosIND diantaranya pemanfaatan solar panel sebagai sumber energi, sistem arsitektur tadah hujan, penggunaan kendaraan bebas emisi karbon, pengalihan penggunaan kertas dalam surat-menyurat dan resi pengiriman.
Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles (ENTREV) turut terlibat dalam langkah cepat BUMN mengadaptasi kendaraan listrik untuk operasional sehingga mendorong awareness masyarakat.
Tenaga Ahli Motor Listrik ENTREV Bambang mengapresiasi PT Pos Indonesia yang telah menggunakan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional. Hal ini mendukung Grand Strategi Pemerintah untuk menuju NZE di tahun 2060.
“Maka upaya-upaya yang dilakukan stakeholder untuk menggunakan energi bersih sangat diapresiasi. BUMN sebagai agen pembangunan utama harus menjadi pioner dalam transisi energi ini,” kata Bambang.
Selain menggunakan kendaraan listrik baru, PT Pos Indonesia juga telah memulai kegiatan konversi sepeda motor operasional-nya menjadi sepeda motor listrik. Saat ini sepeda motor konversi ini masih menggunakan baterai charging, ke depannya akan dikembangkan kerjasama dengan baterai swap provider (SPBKLU) untuk mendukung penggunaan sepeda motor listrik khususnya sepeda motor hasil konversi. (*/fs)







Komentar