oleh

Kemajuan Bangsa Tidak Terlepas Pengaruh Seorang Perempuan

POSKOTA.CO – Dalam buku ‘Sarinah’ karya Ir Sukarno ditulis bahwa sejarah budaya Indonesia laki-laki sangat mengekang wanita dan mengumpamakan wanita sebagai mutiara. Mutiara yang disimpan dan dikurung sehingga tidak mampu mengetahui dunia luar.

Lebih lanjut Bung Karno mengatakan, perlunya gerakan feminisme secara nasional maupun global memberi tahu kita sebagai bangsa Indonesia perlunya pemerataan wanita dan pria untuk menggerakkan rasa nasionalisme persamaan gender bukan hanya persamaan pria dan wanita, melainkan persamaan kodrat. Kodrat dalam arti di samping kewajiban untuk membangun perekonomian keluarga maupun bangsa, sebagai masyarakat juga harus melihat hak wanita.

Jika masyarakat sadar dan mampu menjalankan apa yang harus dikerjakan dengan persamaan kodrat, negara menghasilkan jiwa nasionalime yang mampu menghasilkan gerakan sosial yang nyata dalam masyarakat.

Kaum perempuan adalah aset, potensi, dan investasi penting bagi Indonesia yang dapat berkontribusi secara signifikan sesuai kapabilitas dan kemampuannya. Lebih mengerucut, dalam konteks pembangunan, pengharusutamaan gender, dan pemberdayaan perempuan begitu erat kaitannya dengan memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa. Mengingat, perempuan adalah pendidik pertama di dalam keluarga.

Memperingati Hari Kartini tepat pada 21 April 2020, adalah sebuah bentuk penghargaan yang tertinggi sebuah bangsa terhadap jasa pahlawannya. Seseorang disebut pahlawan karena memiliki jasa terhadap perubahan nasib dan identitas bangsanya. Kehidupan bangsanya semakin berarti sejak upaya yang dilakukannya dapat membuat bangsa ini sadar akan peran dari seorang wanita.

“Saya berpendapat inti dari pemikiran Kartini-lah yang seharusnya lebih kita tekankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya yang merendahkan membuat perempuan dibendakan. Kondisi ini adalah sebuah kondisi di mana perempuan hanya aksesoris dalam kehidupan patriakal. Apa yang menjadi keinginan, harapan dan cita-cita perempuan dibatasi oleh stereotipe budaya dan agama. Ini yang menurut saya harus tetap diperjuangkan. Hari Kartini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa Indonesisa tidak lepas dari pengaruh seorang wanita,” kata Hj Diana Dewi ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Dijelaskan Diana Dewi, bahwa peranan perempuan zaman sekarang harus merdeka menentukan mimpinya dan berpartisipasi dalam ruang publik. Tugas Kartini-Kartini muda saat ini adalah meneruskan perjuangan pahlawan untuk menyejahterakan rakyat, diri sendiri dan bangsa.

Di sisi lain, Diana Dewi melihat bahwa peran perempuan saat ini terutama di dunia bisnis tidaklah dapat dipandang sebelah mata, stigma bahwa wanita hanya sebagai pelengkap, penambah penghasilan keluarga telah banyak berubah saat ini. Beberapa kelebihan binis yang di-handle oleh seorang perempuan yang saya lihat di antaranya perempuan lebih memiliki persevering (gigih, tekun, telaten) dalam menjalani bisnisnya, perempuan lebih mudah untuk bisa berbagi dan memberdayakan orang lain.

“Perempuan lebih mandiri, tidak mudah mengeluh dan optimis, nilai-nilai positif ini yang saya lihat dari perempuan yang telah sukses menduduki CEO di beberapa perusahan besar dan multinasional,” pungkasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *