JAKARTA – Sebanyak 18 pegawai PT Best Argo Internasional mendapat pelatihan internal dari PT Ardana Cakyakirta Consultant. Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta memahami konsep dasar dan prinsip-prinsip pengendalian internal sesuai kerangka COSO.
Pelatihan itu sendiri digelar di kantor PT Best Agro International, di Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Joko Suparto yang menjadi narasumber memberikan pengalaman dan masukannya di bidang topik training demi meningkatkan mutu kerja pegawai.
Dikatakan Joko, para peserta diharapkan memahami konsep dasar dan prinsip-prinsip pengendalian internal sesuai kerangka COSO. Mereka diharapkan lebih peka terhadap berbagai jenis risiko yang dapat mengancam organisasi, baik risiko internal maupun eksternal.
“Sebagai seorang pegawai harus dapat memahami mekanisme pengendalian yang efektif dan dapat mengidentifikasi serta memperbaiki inefisiensi dalam proses bisnis. Pegawai juga harus bisa mengenali tanda-tanda kecurangan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegahnya”, ujar Joko Suparto, melalui keterangan resmi yang diterima Sabtu (5/9).
Dalam kesempatan itu, Joko juga memaparkan cara dalam perkembangan Internal kontrol di PT Best Argo Internasional yang kini berkecimpung di perkebunan Kelapa Sawit. Di mana Internal control secara umum dan spesifik dalam konteks perkebunan kelapa sawit harus menjadi perhatian.
“Sementara untuk penerapan internal control, peserta harus menjaga aset, meningkatkan efisiensi operasi, dan mematuhi peraturan, memastikan akurasi catatan akuntansi dan keuangan,” paparnya.
Joko menjelaskan, komponen-komponen control pendekatan COSO sebagai standar global. Ia memaparkan pengendalian lingkungan, resiko assessment, aktivitas pengendalian informasi dan komunikasi, serta pemantauan aktivitas, yang harus dikedepankan oleh para peserta.
Untuk penerapan internal control dalam operasional perkebunan sawit, Joko meminta para peserta untuk memperhatikan siklus operasional. Peserta diharuskan memahami proses bisnis utama dan support sarana prasarana yang saat ini ada.
“Penanaman, pemeliharaan, panen, transportasi, pengolahan ke PKS, HRGA termasuk penggajian, keuangan hingga penjualan, juga harus menjadi urutan-urutan yang harus diperhatikan. Peserta harus mengidentifikasi titik-titik kritis yang perlu dikontrol dalam setiap tahapan, karena ini sangat penting,” imbuh Joko.
Ditambahkan Joko, dirinya juga meminta para peserta dalam segi pemantauan berkala melalui audit internal. Karena tindakan korektif melalui temuan audit dan ketidaksesuaian, nantinya bisa menyesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis di bidang sawit.
“Penjelasan manajemen risiko dalam operasional perkebunan dan mitigasi, sistem informasi dan teknologi dalam Internal Control, pemantauan dan evaluasi internal Control juga menjadi bagian yang sangat penting,” tukasnya. (ifand)








Komentar