oleh

ASLI Targetkan Kontrak Rp710 Miliar di 2026, Fokus Transformasi dan Ekspansi Nasional

JAKARTA – PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp710 miliar pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan bisnis. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose (Pubex) yang digelar di Jakarta pada Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan arah transformasi strategis pasca perubahan struktur perusahaan, roadmap pertumbuhan, serta strategi bisnis ke depan guna memperkuat posisi ASLI sebagai perusahaan konstruksi nasional yang kompetitif.

Direktur Utama ASLI Agus Karianto menegaskan, transformasi yang dilakukan merupakan langkah penting untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan. “ASLI berkomitmen menjalankan transformasi secara disiplin dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (28/4/2026).

ASLI kini memasuki fase transformasi strategis yang lebih terstruktur sebagai respons terhadap dinamika industri konstruksi yang terus berkembang. Transformasi ini menjadi fondasi dalam memperkuat kapabilitas operasional sekaligus menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan menetapkan roadmap pertumbuhan yang berfokus pada ekspansi proyek secara nasional, termasuk ke wilayah luar Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur. Proyek-proyek akan tersebar di berbagai daerah seperti Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.

Dari target kontrak Rp710 miliar pada 2026, komposisi proyek akan didominasi oleh sektor BUMN sebesar 48,8 persen dan APBN sebesar 45,6 persen, sementara sisanya berasal dari proyek internal sebesar 2,2 persen serta sektor lainnya sebesar 3,4 persen. Dalam strategi ke depan, ASLI akan menitikberatkan pada penguatan pipeline proyek, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi sumber daya.

Perseroan juga berkomitmen memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi dengan kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Upaya peningkatan produktivitas juga dilakukan melalui modernisasi peralatan, digitalisasi proses konstruksi, serta penerapan teknologi guna meningkatkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.

Selain itu, ASLI menyiapkan rencana pengembangan jangka menengah dan panjang yang mencakup peningkatan kapasitas bisnis, penguatan lini usaha, serta perluasan jangkauan operasional sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

Sebagai bagian dari transformasi, Perseroan juga memperkenalkan rencana rebranding perusahaan yang meliputi pembaruan logo, visi dan misi, serta penguatan nilai-nilai inti (core values), yaitu Amanah, Sensitif, Loyal, dan Inovatif.

“Secara strategis, Perseroan menjalankan langkah terintegrasi yang mencakup penguatan pemasaran melalui ekspansi pasar dan kerja sama operasi, peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi metode kerja, pengelolaan keuangan yang disiplin, pengembangan sumber daya manusia berbasis talent development, penerapan manajemen risiko yang terstruktur, serta penguatan sistem mutu dan K3L sesuai standar internasional,” tambah Agus.

Dengan struktur perusahaan yang semakin solid, fundamental bisnis yang kuat, serta pipeline proyek yang terus berkembang, ASLI optimistis dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui Public Expose ini, ASLI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara adaptif, meningkatkan daya saing, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. (*/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *