oleh

YBCC Lestarikan Budaya Prabu Siliwangi di Pesta Pernikahan Roby dan Pipit

POSKOTA.CO – Pesta pernikahan Muhammad Robi Durohman dan Pipit Fitria yang lebih memilih dengan melestarikan budaya tari tradisional menarik perhatian masyarakat, khususnya para tamu undangan yang hadir, Minggu, [27/12/2020].

Tari lengser (mapag sunda) yang ditampilkan oleh anak-anak asuhan YBCC (Yayasan Baraka Center Caruban) terlihat nampak anggun dan luwes dengan iringan musik tradisional saat menjemput mempelai wanita untuk diserahkan kepada keluarga mempelai pria.

Tak hanya Tari Lengser atau lebih kental dengan nama mapag sunda yang diwariskan oleh kerajaan Padjajaran (Prabu Siliwangi), Tari Saman yang berasal dari Daerah Aceh, rebana hadroh dan lantunan gitar akustik (Deni/Cicih) pasutri tuna netra pun turut melengkapi kemeriahan pesta pernikahan Robi dan fitria.


KI LENGSER BACAKAN DOA JAUHKAN BALA UNTUK KEDUA MEMPELAI PENGANTIN.

Tari Lengser/mapag Sunda menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar khususnya tamu undangan, saat Ki Lengser membacakan mantra dan doa kepada Tuhan sang pencipta agar dijauhkan nya bala bencana bagi kedua mempelai pengantin.

Kemeriahan pesta pernikahan Roby dan Fitria dengan beberapa acara hiburan seperti tarian adat tradisional ini lazimnya sudah jarang dijumpai di tengah masyarakat saat melangsungkan acara hajat pernikahan dan lainnya.

Karena dalam beberapa kurun waktu ini masyarakat lebih memilih dengan acara hiburan nyanyian dan musik organ dangdut, sementara adat dan kebudayaan nasional yang seharusnya menjadi kebanggaan sebagai suku bangsa Indonesia yang harus dilestarikan seperti sudah dilupakan.

“Kita sudah merencanakan hiburan pesta pernikahan ini dengan menyuguhkan tarian adat tradisional seperti Tari Lengser dari suku Jawa Barat dan Tari Saman dari suku Aceh yang dibawakan oleh anak-anak asuh YBCC (Yayasan Baraka Center Caruban) karena kita sebagai suku bangsa Indonesia sudah seharusnya melestarikan adat dan budaya Bangsa Indonesia,”ujar Roby kepada POSKOTA.CO.

YBCC (Yayasan Baraka Center Caruban) yang didirikan pada tahun 2005 dalam asuhan Ustad Irvan Andriansyah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Sembung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini selain bergerak di bidang agama, sosial, hukum,ekonomi, kesehatan juga mengajarkan dan menyediakan beberapa kesenian adat dan budaya seperti Tari Lengser dan Tari Saman dengan biaya gratis bagi siapa saja yang ingin menggunakan jasanya.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga melihat pegelaran seni tradisional di acara pesta pernikahan seperti ini, terutama kepada anak-anak remaja asuhan Baraka Center yang sangat terampil membawakan tarian adat tradisional,” papar Suhanda,45, warga sekitar yang nampak menikmati  hiburan Tari Lengser di acara pesta pernikahan Roby dan Pipit.

Ditambahkan Ustad Irvan, Alhamdulillah selain mengadakan acara keagamaan, bakti sosial seperti santunan anak-anak yatim, Yayasan Baraka Center Caruban juga menyediakan acara kesenian tradisional seperti ini.

“Harapan kami agar masyarakat pada umumnya untuk tidak melupakan sejarah, warisan dan peninggalan seni budaya bangsa sendiri yang semestinya dilestarikan oleh kita sendiri sebagai pewaris nya, padahal bukankah musik dan seni tradisional warisan dari nenek moyang kita lebih menarik dan indah untuk kita lestarikan dibandingkan hiburan lainnya yang jelas bukan warisan dan peninggalan leluhur kita,” pungkas nya. (why)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *