JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menitip pesan kepada Institut Kesenian Jakarta (IKJ) agar bisa membangun satu laboratorium seni di tiap kelurahan yang berada di sekitar kampus. Selain itu, kampus kebanggaan Jakarta itu agar semakin serius melakukan pembinaan masyarakat.
Pesan Gubernur Pramono disampaikan Sekko Jakarta Pusat Deny Ramdani yang mewakilinya meresmikan acara Festival Kali Pasir 2026 di depan kampus IKJ kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/7). “Kalau di sekeliling kampus ini terdapat empat kelurahan berarti butuh empat laboratorium,” lanjut Deny.
Gubernur dan Walikota Jakarta Pusat menyampaikan permohonan maaf kepada IKJ maupun masyarakat karena tak bisa hadir pada acara tersebut. “Sebenarnya hingga tadi malam agendanya akan hadir, namun Gubernur dan Walikota pagi ini harus memimpin Rapim di Balaikota,” ujar Deny pada acara yang digelar di depan kampus IKJ di pinggir Kali Pasir.
Rektor IKJ Prof. Syamsul Maarif menyatakan pihak kampus selalu jadi mitra Pemprov DKI, terutama di bidang seni budaya dan ekonomi kreatif. “Festival kali ini merupakan hajatan tahunan yang ketiga. Kalau pada festival sebelumnya masyarakat hanya sebagai penonton, tapi kali ini mereka juga proaktif sebagai pengisi acara festival seni budaya dan UMKM,” ujar Prof Syamsul.
Pada hajatan ini panitia membangun sejumlah tenda untuk kegiatan bazar yang menampilkan aneka produk dari UMKM warga sekitar maupun binaan Sudin PPKUKM Jakarta Pusat. “Kegiatan festival maupun even lain dari IKJ selalu memberi fasilitas untuk UMKM demi meningkatkan ekonomi rakyat,” ungkap Prof Syamsul. Pada even kali ini juga mengandeng PMI DKI melalui kegiatan donor darah yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat.

Prof Syamsul menambahkan pada kegiatan tahun depan yang bertepatan dengan 5 abad usia Jakarta, maka IKJ bersama Pemprov akan menggelar festival yang lebih besar. “Kalau kali ini festival digelar di pinggir kali, maka tahun depan, panggung utama didirikan di atas kali sehingga jadi lebih luas dan mudah dikunjungi dari dua sisi sungai. Masyarakat juga akan semakin banyak yang dilibatkan dalam even tersebut,” papar Prof Syamsul.
Melalui kegiatan Festival Kali Pasir pada tahun 2027, lanjut Prof Syamsul, diharapkan bukan lagi sebagai hajatan tingkat kota Jakarta Pusat. “Semoga festival tahun depan sudah menjadi hajatan tingkat DKI Jakarta dan makin massif melibatkan masyarakat. Aktivitas kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga menjadi ajang interaksi dengan masyarakat Jakarta dan sekitarnya,” tandasnya. (jo)







Komentar