oleh

Warga Sindangsuka Dibuat Bingung dengan Wacana ‘Pasir Ipis’ akan Digempur  

KUNINGAN-Warga Desa Sindangsuka Luragung Kabupaten Kuningan Jawa Barat, masih dibuat bingung dengan adanya wacana kegiatan penambangan pasir, yang digadang-gadang akan beroperasi di wilayah perbukitan ‘Pasir Ipis’. Ditengarai sampai saat ini, warga masih belum menemukan kejelasan secara pasti, siapa yang akan tampil menjadi investor sebenarnya dalam pengolahan lahan perbukitan disitu.

Sekedar informasi, kehadiran beberapa calon investor yang dikabarkan datang dengan bendera (PT/Institusi) berbeda untuk kegiatan penambangan ini, disinyalir telah bergerak selama beberapa bulan, dalam proses upaya pembebasan lahan milik warga di sekitar lokasi rencana penggalian.

Salah seorang warga setempat, Drs.Mamat Rahmat Hardiana, ketika ditemui POSKOTAONLINE.COM.,di kediamannya, Jum’at (26/04/2024) mengatakan, masyarakat Sindangsuka yang terus mengikuti perkembangan informasi tentang rencana dibukanya penambangan pasir, semakin kesini merasa dibuat menjadi bingung, dengan dinamika persiapan beroperasinya  lokasi pasir.

“Warga mendengar, jika calon investor untuk kegiatan penambangan pasir, ada dari dua pihak yang berbeda bendera PT/institusi,”ungkapnya.

Menurutnya, indikator tersebut dapat dilihat, dari beberapa hal. “Pertama, pada wilayah yang diperkirakan akan menjadi zona tambang, sudah terjadi upaya pembebasan lahan warga, ditempuh oleh calon investor yang berbeda,”terangnya.

Kedua sambung Mamat,  sebagian warga sudah mengetahui, jika persiapan dan perkembangan rencana penambangan pasir disini, salah satunya telah ditempuh berupa adanya pekerjaan pembuatan jalan baru, diprediksi akan digunakan sebagai akses untuk masuk ke wilayah rencana lokasi penambangan.

“Saya lihat jalan baru ini berada di sebelah selatan dekat jembatan Sungai Cisande, Desa Dukuhmaja, tepatnya di samping pabrik penggorengan tahu, jalur lintas Luragung arah Cidahu,” terangnya.

Kemudian, sejurus sesudah jalan baru disamping pabrik penggorengan tahu itu terbentuk,  kata dia, sekarang muncul ada lagi pembukaan dan pembuatan jalan baru. Saat ini, letaknya disebelah utara jembatan yang sama, persis disamping lokasi tempat pemancingan wilayah Desa Gunungkarung.

Senada dengan yang disampaikan Mamat, salah seorang warga lainnya, yang meminta identitasnya tidak disebut, kepada POSKOTAONLINE.COM. menyampaikan harapan, agar polemik yang terjadi, pada tataran wacana pembukaan penambangan pasir, harus segera mendapatkan perhatian serta sikap serius dari pihak pemerintah.

“Setidaknya, perkembangan yang terjadi di lapangan harus segera dijelaskan secara terbuka kepada seluruh komponen masyarakat, oleh pemerintah desa dan pemerintah kecamatan,”pintanya.

Kejelasan yang tentu diperlukan masyarakat lanjutnya, tentang siapa yang sebenarnya menjadi calon investor pelaku kegiatan usaha disitu dan rencana jenis usaha apa sesungguhnya yang akan dijalankan di bukit dekat aliran Sungai Cisande tersebut.

“Masih terdengar simpang siur informasi, jika di lokasi tersebut dikabarkan untuk penambangan pasir, ada juga yang menyebutkan untuk objek wisata, serta ada kabar juga akan dijadikan kompleks perumahan umum (perum),”singgungnya.

Dia menegaskan, masyarakat Sindangsuka memiliki sikap terbuka dengan siapapun calon pelaku usaha (investor). Namun dirinya meminta, pemerintah desa dapat berperan lebih proaktif, menempatkan kedudukan dan kepentingan masyarakat untuk mengetahui dengan lebih jelas terkait dari proses yang sekarang sedang berlangsung ini.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan dan dianggap sepele, karena jika tidak jelas dari awal, bisa mengundang potensi-potensi persoalan kedepannya,” ujarnya.

Menurutnya, penting untuk dijadikan dasar oleh pihak pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan dalam menyikapi ikhwal ini, adalah bagaimana harus dapat mem’protect’ (melindungi) hak-hak masyarakatnya, dengan menempatkan proses keterbukaan informasi bisa diserap secara jelas dan riil oleh seluruh elemen masyarakat.

Pada tempat terpisah, Camat Luragung, Ade Wibawa, S.Sos.,M.Si., mengatakan, pihaknya menyambut positif siapapun pelaku usaha yang berniat menjalankan investasi di wilayahnya. Hal ini untuk mendongkrak pendapatan asli daerah, baik pada tingkat desa maupun pada tataran pemerintah daerah kabupaten.

Ditambahkannya, kaitan ada kebingungan yang dirasakan masyarakat Sindangsuka, pihaknya membenarkan, jika untuk tujuan investasi di area bukit Pasir Ipis itu, pemerintah kecamatan pernah kedatangan dua pihak investor.

“Kami dalam waktu dekat ingin mengagendakan pertemuan, agar kedua investor ini dapat duduk bersama dan menerangkan kegiatan yang sedang berjalan bisa lebih jelas diserap oleh masyarakat dan juga pemerintah disini,”ujarnya.

Camat ini sempat menyebutkan, beberapa hari lalu juga mendapat undangan dari salah satu calon investor yang akan mengelola lahan Pasir Ipis, untuk menyaksikan dimulainya pembuatan jalan baru sebagai akses menuju ke lokasi tersebut.

Dalam acara itu, kami mendengar langsung apa yang disampaikan calon investor, jika pembuatan jalan baru tersebut memang diperuntukkan guna akses jalan menuju lokasi yang akan dijadikan tambang pasir.

Tidak hanya sampai disitu, dari penjelasan yang dikemukakan, pihak investor pun pada tahapan jangka panjang, telah mencanangkan sebuah konsep, bahwa pasca (sesudah selesai.red) kegiatan penambangan nanti, di lokasi eks galian pasir akan dibangun sebuah tempat berorientasi wisata.

“Pihak investor menyebutkan, kegiatan usaha yang akan dikelolanya ingin membuat masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Desa Sindangsuka, Dukuhmaja dan Gunungkarung dibuat tersenyum,”pungkas Camat mengutip ungkapan investor. (Cep/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *