oleh

Tim Pemenangan Caleg Gerindra Resmi Laporkan Penggelembungan Suara Caleg NasDem ke Bawaslu

BATAM – Adanya temuan penggelembungan suara di beberapa TPS Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Sekupang untuk suara calon legislatif (caleg) dari Partai Nasdem Batam, memaksa Ketua Koordinator Pemenangan untuk Caleg Jhonson Fidoli Sibuea dari Partai Gerindra melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam.

“Kita laporkan sesuai bukti form C1 yang kita miliki, penggelembungan ini sangat merugikan,” kata H Arnes Simamora, ketua Koordinator Pemenangan Jhonson Fidoli Sibuea Dapil 6 Sekupang Batam.

Menurut Arnes, penggelembungan terlihat jelas, jumlah perolehan suara secara keseluruhan yang didapat oleh setiap caleg tidak sama dengan perhitungan akhirnya. “Seperti TPS 008 Tiban Lama, suara caleg keseluruhan hanya 17 suara, tetapi di penjumlahan akhir tertulis 37 suara, artinya ada 20 suara yang ditambahkan, begitu seterusnya,” ungkapnya.

Arnes menjelaskan, laporannya tidak hanya ke Bawaslu, juga akan disampaikan temuan penggelembungan suara caleg dari Partai NasDem tersebut ke KPU dan Gakumdu. “Bawaslu harus merespons ini, begitu juga Gakumdu dan KPU, tolong dicari siapa itu pemainnya, kenapa bisa beberapa TPS seperti ini, ” pintanya.

Laporan Tim Pemenangan Jhonson Fidoli Sibuea diterima langsung oleh Thorik staf Bawaslu Divisi Penanganan Pelanggaran, Senin (19/2/2024), dan laporan segera diproses dan dikaji. “Berkas laporan sudah kami terima, selanjutnya akan dikaji dan dilakukan penelusuran. Kemudian diteruskan ke Komisioner Bawaslu Kota Batam, apakah laporan tersebut sudah memenuhi unsur,” kata Thorik.

Informasi berkembang, perolehan dua kursi di Dapil 6 Sekupang untuk duduk di kursi DPRD Kota Batam sangat ketat. Partai NasDem sebelumnya mengklaim telah mendapat 21.000 suara, sementara Gerindra berada di angka 17.500 suara. Pertanyaannya, dari partai manakah yang mendapatkan dua kursi sesuai form C1. Dengan adanya laporan penggelembungan suara caleg dari Partai NasDem ini, kita tunggu ketegasan dari dari Bawaslu dan KPU Kota Batam, agar perolehan dua kursi ini jelas pemiliknya. (*/ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *