oleh

Soal Lahan PTPN 2, CTS Surati Ciputra, `Memberi Bahan Pertimbangan`

POSKOTA. CO – Komunitas Cinta Tanah Sumatera (CTS) melayangkan surat terbuka ke Ciputra Grup.

Dalam rilisnya, Iskandar Sitorus selaku ketua CTS memberi masukan kepada emiten properti PT Ciputra Development, Tbk yang berkode saham CTRA agar berhati-hati mengejar target penjualan tahun ini melalui proyek yang sedang dipersiapkan Citra Land Helvetia di Medan, Sumatera Utara.

Masukan ini disampaikan setelah Jum’at, 10 September 2021 lalu, CTS mengetahui Direktur Utama Ciputra Development, Candra Ciputra menyebut bahwa emiten CTRA tengah menyiapkan satu proyek untuk diluncurkan di sisa tahun ini yakni CitraLand Helvetia di Medan sebagai proyek kerjasama dengan PTPN2. Disebut bahwa tanahnya milik PTPN2 dan CTRA akan menjadi sebagai properti developernya.

CTS memberi bahan pertimbangan kepada CTRA bahwa kecenderungan yang terjadi dalam kaitan rencana kerjasama dengan PTPN2 yang kerap merugi itu adalah:

1. Aset PTPN II berupa lahan SHGU diketahui publik sudah ada dilepas pemerintah untuk dibagi kepada masyarakat namun sampai sekarang terkait luas dan letak-letaknya masih belum diumumkan secara resmi.

Pelepasan itu dipengaruhi faktor bahwa SHGU PTPN2 diduga kuat tidak ditatakelola dengan seharusnya sehingga digarap oleh masyarakat. Salah satu pemangku kepentingan itu yakni penggarap kecil, komunitas CTS.
2. Nyatanya, jangankan data pelepasan lahan yang belum diumumkan Pemprov Sumut, mekanisme/model inventarisirnya saja belum diumumkan secara terbuka. Sehingga terjadi beda-beda data di BPN Sumut, PTPN2 dan Pemkab Deliserdang.

3. Terlepas dari proses pemisahan kekayaan negara dari PTPN2 untuk modal statuta dan atau kas anak perusahaan yang dibentuk termasuk jika ada penyertaan modal berupa sebagian area SHGU, maka patut diduga penyertaan itu masih menyimpang dari perundangan.

SHGU PTPN2 adalah milik negara dibawah kewenangan Kemkeu sehingga PTPN2 tidak bisa serta merta menyerahkan sebagian dari aset itu ke entitas lain. Apalagi menyimpangkan SHGU layaknya fungsi SHGB walau kepada anak perusahaannya. Maka wajar saja jika anak perusahaannya yang digembar-gemborkan dimasyarakat akan menjadi patner Ciputra membangun area seluas 8.800 hektar hanya mendapat surat HPL (mirip penetapan lokasi/Penlok yang statusnya harus ditingkatkan setelah menempuh langkah tertentu baru bisa mendapat SHGB) dari Kanwil Kementerian ATR/BPN.

4. Anak perusahaan itu akan rumit, butuh energi dan waktu panjang untuk mendapat SHGB jika hanya berdasar keputusan peralihan dari Direksi PTPN II tanpa ada persetujuan dari Menteri Keuangan.
5. Sudah puluhan tahun lalu sejak SHGU digarap warga terlihat bahwa oknum PTPN II kerap melakukan tindakan pisik, bukan berperilaku berdasar hukum positif.

“Jikalau rencana pembangunan itu terus didorong tanpa indahkan perundangan maka kami prediksi akan sangat mengganggu rencana-rencana bisnis CTRA ke depan serta bisa mendegradasi nama baik perusahaan sebab saat ini saja sudah kerap terjadi konflik dilapangan antar penggarap dengan oknum PTPN II dengan mengait-ngaitkan nama CTRA,” jelasnya.

Idealnya, kondisi ruwet itu dihindari saja agar nama baik Ciputra Group tidak tercoreng dimemori publik sembari mengamati perubahan kebijakan PTPN II agar selaras peraturan. Namun terserah juga jika CTRA berani ambil sikap membenturkan nama baiknya melawan perasaan publik dan hukum positif.

Seperti diketahui sebelumnya, emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) siap mengejar target penjualan tahun ini, salah satunya dengan mempersiapkan satu proyek lagi sampai akhir tahun.

Direktur Utama Ciputra Development Candra Ciputra menyebutkan bahwa saat ini emiten berkode saham CTRA tersebut tengah menyiapkan satu proyek lagi untuk dilucurkan di sisa tahun ini.

“Masih ada CitraLand Helvetia di Medan, ini akan launching Desember dan akan menjadi proyek kerja sama dengan PTPN2. Tanahnya milik PTPN II dan kami sebagai properti developernya,” ujar Candra pada konferensi pers, Jum’at (10/9/2021). (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *