KUNINGAN – Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Enjen Muhamad Jaenudin mengatakan, ketiadaan siaga pegawainya di sekretariat lembaga tersebut, pada H-3 menjelang pelaksanaan pemilihan bupati/wakil bupati Kuningan, disebabkan pihaknya lebih fokus terhadap proses yang terhubung dengan kepentingan pada hari pelaksanaan, Rabu (27/11/2024) mendatang.
Hal itu diungkapkan Enjen, ketika dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM, Minggu (24/11/2024) siang. “Sejak selesai program pelayanan pindah memilih, kami lebih konsentrasi ke persiapan teknis tentang sarana prasarana logistik (perlengkapan-red), sehingga keberadaan pegawai PPK Luragung lebih sering stay berada di gudang logistik,” terangnya.
Disebutkan Ketua PPK Luragung, dirinya juga sekarang tidak menunjuk stafnya untuk menjadi piket berada di sekretariat. “Kalau sebelumnya, memang kami ada membagi tugas piket, namun sesudah pekerjaan kesekretariatan hampir seluruhnya rampung dilaksanakan, tidak ada yang ditugaskan stay di tempat (sekretariat PPK-red),” ujar Enjen lagi.
Ketika disinggung mengenai plang nama (papan nama/spanduk) sekretariat PPK yang tidak nampak di depan kantornya itu, dia menjelaskan, plang/spanduk nama sekretariat PPK Luragung, beberapa waktu lalu rusak dan dicabut akibat terkena hujan angin. “Kami kemudian lupa memperbaiki dan memasangnya kembali,” ucapnya mengakui.
Terpisah, salah seorang warga di wilayah Kecamatan Luragung, Drs. M. Rahmat Hardiana kepada POSKOTAONLINE.COM menyampaikan, masukan terhadap lembaga PPK Luragung.
Menurut Rahmat, idealnya menjelang semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan bupati/wakil bupati Kuningan (H-3.red), pegawai atau petugas PPK perlu ada yang stay berjaga di sekretariat. “Ketika ada masyarakat, baik itu perorangan maupun berbentuk lembaga yang perlu koordinasi dengan PPK setempat selaku penyelenggara pemilu, tentu akan mengalami kendala pada saat sekretariat ini tidak ada orang, kosong bahkan tutup,” sindirnya.
Dia berharap, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan dapat menyeriusi dan menindaklanjuti hal ini dengan mengingatkan para pegawainya pada tingkat bawah, guna memaksimalkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat, terutama detik-detik menjelang hari pelaksanaan pilkada. “Terkadang terjadi peristiwa-peristiwa diluar dugaan di lapangan, tentang dinamika politik yang berkembang, sehingga kesiagaan para penyelenggara pemilu bupati/wakil bupati Kuningan penting menjadi sebuah keutamaan, termasuk bersiaga pada sekretariat masing-masing,” pungkasnya mengkritisi. (*/cep)







Komentar