oleh

Pelaku Ekonomi Kecil Tamkot Kuningan Diduga Jadi Objek Pungli

KUNINGAN – Pelaku ekonomi kecil yang menjalankan kegiatan usaha di Taman Kota (Tamkot) Kuningan, Jawa Barat, diduga menjadi objek pungutan liar (pungli). Puluhan pedagang kaki lima, penyedia alat permainan anak serta aktivitas usaha kecil lainnya, disinyalir menjadi sasaran empuk bagi para pelaku pungutan.

Indikator tersebut mengemuka saat POSKOTAONLINE.COM mengunjungi keramaian objek wisata pusat Kota Kuningan ini dan berbincang dengan beberapa orang pelaku usaha kecil dimaksud, pada Sabtu (28/10/2023) malam.

Seorang pedagang yang lapaknya berada di dalam area taman kota kepada POSKOTAONLINE.COM menyebutkan, dalam setiap harinya dia dipungut sejumlah biaya oleh orang yang sudah biasa datang menemuinya. “Saya membayar biaya untuk pemakaian listrik sebesar lima ribu rupiah pada setiap harinya, khusus untuk malam Minggu (Sabtu malam) diminta tujuh ribu rupiah,” ucap pedagang yang meminta identitasnya tidak disebut ini.

Ditambahkannya, selain membayar biaya listrik, ada juga uang yang dipungut sebagai biaya keamanan sebesar dua ribu rupiah. “Saya tidak pernah mendapatkan karcis, kupon retribusi atau dalam bentuk lainnya yang memperlihatkan bukti pihak pemungut ini berasal dari dinas atau instansi mana?” ungkapnya setengah bertanya.

Hal senada juga diutarakan beberapa pedagang yang menggunakan gerobak di sekitar bahu jalan area taman kota, seperti pedagang empek-empek, roti bakar, gorengan dan lain-lainnya. “Selain untuk bayar listrik, pedagang gerobak diminta uang parkir sepuluh ribu rupiah setiap hari berjualan, lalu uang keamanan dua ribu rupiah, serta uang kebersihan dua ribu rupiah oleh orang yang menyebut pihak pengelola tamkot,” ujar pedagang ini bercerita.

Bahkan, kata dia, untuk parkir kendaraan seperti andong maupun pemilik kuda tunggang, hingga diminta sebesar dua puluh ribu rupiah setiap harinya. “Pungutan juga dilakukan kepada seluruh pelaku penyedia jasa mainan anak tanpa kecuali,” terangnya lagi.

Sementara itu salah seorang pengunjung berasal dari wilayah Ciawigebang, Dadan Sudrajat, saat bertemu POSKOTAONLINE.COM di lokasi, menyampaikan dirinya merasa cukup terhibur menikmati suasana taman kota. “Ternyata tempat ini sekarang sudah menjadi salah satu sentra hiburan keluarga bagi masyarakat Kuningan,” kata Dadan, diamini rekannya yang juga sedang bersama di arena itu.

Dadan berharap, sebagai aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan, pengelolaan tempat wisata ini perlu dilakukan dengan tertib dan proporsional. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *