oleh

Kasus Gratifikasi eks Kadinkes Sinjai Kembali Mencuat

POSKOTA.CO– Kasus tindak pidana pencemaran nama baik (UU ITE) atas laporan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suriyanto Asapa dengan terdakwa A. Darmawansyah atau Anca Mayor yang baru-baru pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (Sinjai) pada hari Selasa 22 Juni 2021.

Walaupun sudah ada putusan kekuatan hukum inkrach dari Pengadilan Negeri Sinjai masih tetap menjadi perbincangan hagat di media sosial (Fecebook). Pasalnya, selaku terdakwah Andi Darmawansyah alias Anca Mayor menulis sebuah postingan di Status Fecebook yang menyangkut.

“Perbuatan gratifikasi antara atasan dan bawahan merupakan fakta/bukti telah terjadinya suap menyuap di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, terkait pemberi Tablet yang bernama Irwan Suaib yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai. Adapun penerima Tablet yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai dr.Andi Suryanto Asapa,” tulis Anca Mayor dalam akun Facebooknya.

Sementara Irwan Suaib membatah melalui sebuah komentar dalam postingan Anca Mayor, maaf Pak Anca Mayor, kalau yang ada sebut pemberi Tablet adalah saya maka perlu saya sampaikan bahwa ada keliru karena tidak pernah saya memberikan tablet ke bapak dr. Suryanto Asapa, jadi mohon maaf pak mungkin lebih bagus kalau cari informasi yang sebenarnya atau meluruskan informasi karena nanti membuat kita menyebarluaskan informasi yang tidak benar.

Lanjut Irwan Suaib melaui komentarnya, Anca Mayor mungkin bapak salah dengar ketika Bapak dr. Suryanto Asapa menyebut siapa yang memberikan tablet.

Menanggapi pernyataan Irwan Suaib, Anca Mayor mengatakan, dari kedua pernyataan atau keterangan tersebut (keterangan dr.Dedet yang sudah berkekuatan hukum) dimana yang saya maksud adalah dr. Dedet mengungkap pernyataan didepan persidangan yang menyebut saudara Irwan Suaib sambil memperlihatkan bukti tablet yang dimaksud.

“Pernyataan tersebu tertulis dalam salinan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, dan saya bisa buktikan melalui salinan putusan yang say pegang dari Pengadilan Negeri Sinjai, maka dari itu apa yang dikatakan dr. Dedet itu sudah berkekuatan hukum,” terang Anca Mayor. Senin (13/9/2021).

Sementar, kata Anca Mayor, pernyataan klarifikasi dari Irwan Suaib yang belum bekekuatan hukum) maka demi rasa keadilan maka kebenaran dari kedua keterangan atau pernyataan tersebut, hanya ada satu jalan, APH harus dan wajib meriksa mereka dan buktikan kebenaran tersebut di persidangan.

“Maka bila hal tersebut tidak dilakukan, saya  bisa saja mengatakan itu tablet tidak menutup kemungkinan dari hasil pemotongan dana kapitasi,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sinjai, Rosalina Abidin membenarkan ketika dr. Andi Suryanto Asapa (dr. Dedet) menyebut nama Irwan Suaib selaku pemberi Tablet kepada dirinya.

“Untuk lebih jelasnya tanya dr. Dedet juga karena dia yang menyebut nama Irwan Suaib di depan hakim,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi melalui teleponnya, dr. Andi Suriyanto Asapa memilih mematikan HP nya. (Jumardi/fs).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *