oleh

Kapolres Majalengka Hadiri Rakor Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Sewilayah III Cirebon

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Majalengka AKBP Dr Bismo Teguh Prakoso menghadiri Rapat Koordinasi Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Sewilayah III Cirebon (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) terkait penyamaan pandangan dalam penerapan PSBB Sewilayah III bertempat di Ruang Rapat Bupati Kabupaten Majalengka.

Menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar), lima kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning melakukan pertemuan di Kabupaten Majalengka. Dalam tatap muka itu disepakati beberapa hal oleh kelima penguasa daerah tersebut.

Kelima daerah itu yakni, Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Bupati Kuningan Acep Purnama, Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat, dan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis.

Bupati Majalengka H Karna Sobahi menuturkan, pada pertemuan lima kepala daerah ini disepakati mengenai pelaksanaan PSBB yang akan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020. Kesepakatan sendiri fokus pada mobilitas daerah perbatasan dan kebijakan umum lainnya.

“Kami berlima (kepala daerah-red) sepakat, akan menentukan siapa-siapa saja orang yang boleh melakukan mobilitas ke luar wilayah di kawasan Ciayumajakuning,” kata Bupati Karna saat menggelar jumpa pers bersama awak media di pendopo setempat, Minggu (3/5/2020), seperti dilansir dari Humas Pemkab Cirebon.

Orang yang diperbolehkan melakukan mobilitas, lanjut mantan Wakil Bupati Majalengka dua periode ini, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah melakukan tugas negara, pekerja atau buruh serta para petani.

Kemudian, tambah Karna, kendaraan yang mengangkut sembako dan ambulans diperbolehkan keluar masuk daerah perbatasan. Ketika PSBB diberlakukan juga, para pemudik yang keluar masuk, akan benar-benar diperiksa oleh petugas di posko perbatasan.

“Berkaca pada kasus positif Covid-19 di Majalengka itu penyebabnya adalah ‘imforted case’. Jadi, kita semua tidak ingin kasus ini terulang kembali dan ini perlu dicegah sejak dini,” ucapnya.

Mengenai keberadaan pasar tradisional, kebijakannya diserahkan kepada kota dan kabupaten masing-masing. Mengingat setiap pasar berbeda-beda jam usahanya.

“Kalau Alfamart atau Indomaret, mal itu dibuka pukul 08.00 sampai dengan 18.00. Ini berlaku se-Ciayumajakuning,” katanya.

Berkaitan dengan agenda ibadah, lanjut dia, pada bulan suci Ramadan mengacu pada imbauan Kementerian Agama RI. Sedangkan Salat Jumat diganti dengan Salat Zuhur. Termasuk Salat Idul Fitri dan ziarah kubur juga ditiadakan, karena ini sangat rentan dan berisiko.

“Mengenai teknis di lapangannya yang bertindak nanti, Tim Gugus Tugas, para kapolres, para dandim, dan para OPD di Ciayumajakuning yang akan menindaklanjutinya lebih jauh,” paparnya.

Dari kesepakatan ini, pihaknya berharap pelaksanaan PSBB dapat berjalan efektif, terkendali, dan membuahkan hasil.

“Kebijakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dampaknya sangat luar biasa. Semoga pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (manf)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *