oleh

Jalan Umum di Cirebon Bak Arum Jeram, Pemimpinnya Pura-Pura Tuli dan Buta

POSKOTA.CO – Kondisi jalan rusak parah dan berlubang tergenang air di ruas jalan penghubung antara Kecamatan Lemah Abang-Kecamatan Karang Sembung tepatnya di jalan raya Pande depan SMA NU Lemah Abang menambah catatan buruknya kondisi jalan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Hal ini dapat dilihat bahkan bisa menjadi pemandangan yang mengerikan bagi pengguna jalan yang melintasi di ruas jalan tersebut. Bukannya merasa aman dan nyaman saat berkendara, justru seolah dipaksakan melewati rintangan dan tantangan bagi pengguna jalan bak mengarungi arum jeram.

Menurut keterangan masyarakat setempat, di ruas jalan tersebut kerap terjadinya kecelakaan sampai terjatuh dari luka ringan sampai luka berat.

Lantas ke mana mereka para pemangku jabatan baik dari tingkat daerah, provinsi bahkan pusat dalam menyelesaikan permasalahan kondisi jalan di Kabupaten Cirebon. Jangan sampai saling mengandalkan dan saling menyalahkan hanya untuk menutupi alasan yang bodoh.

Sudah berbagai keluhan yang diaspirasikan masyarakat kepada beberapa awak media terkait kondisi jalan di Kabupaten Cirebon, namun sampai saat ini belum juga mendapatkan respons dari para pemangku jabatan.

Termasuk Andri (40), salah satu aktivis lingkungan warga Desa Karang Suwung, Kecamatan Karang Sembung, yang sering melintas di ruas jalan tersebut mengatakan, saat pencalonan saja mereka menebar 1.000 janji manis, akan ini akan itu bla… bla… bla.., tapi setelah terpilih dan duduk mereka pura-pura tuli, pura-pura buta, pura-pura lupa akan janji manisnya.

“Padahal kalau saja mereka sadar penghasilan mereka yang besar itukan dari uang rakyat. Kalau mereka merasa persoalan kondisi jalan bukan kewenangannya setidaknya mereka kan bisa membantu andil untuk ikut menyalurkannya kepada yang lebih berwenang, minimal menyisihkan tenaga pikiran dan penghasilannya untuk sekadar membenahi kondisi jalan rusak walaupun itu sifatnya sementara, dan saya ras gampang itu,” tandasnya kepada POSKOTA.CO, Sabtu (20/2/2021). (why)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *