oleh

Hati-Hati, Ibu Hamil Rentan Terpapar Radiasi

-Daerah-139 views

POSKOTA.CO – Di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia digegerkan dengan radiasi radioaktif. Paparan zat berbahaya itu bersumber dari serpihan limbah radioaktif yang tertanam di dalam tanah bagian depan perumahan. Tentunya zat radioaktif ini sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama bagi ibu hamil.

Pada Senin (17/02/2020) disebutkan sebagian besar wanita hamil dapat terpapar radiasi radioaktif. Paparan yang tidak disengaja atau disengaja di atas batas peraturan yang ditetapkan, tentunya menjadi perhatian serius. Meski dosis radiasi untuk janin cenderung lebih rendah daripada dosis untuk sang ibu, namun rahim dan jaringan di sekitarnya seperti embrio manusia dan janin sangat sensitif terhadap radiasi.

Bagi dosis yang lebih besar dari 0,1 Gray (Gy) dinilai sangat berbahaya bagi ibu hamil. Namun, semuanya tergantung pada tahap perkembangan janin, konsekuensi kesehatan dari paparan pada dosis yang lebih besar yakni sekira 0,5 Gy bisa menimbulkan dampak yang lebih parah. Bahkan jika dosis seperti itu terlalu rendah maka bisa menyebabkan efek langsung bagi sang ibu.

Pun sejumlah konsekuensi kesehatan akan dialami oleh penderita yang terpapar zat radioaktif. Beberapa di antaranya adalah pembatasan pertumbuhan, malformasi, gangguan fungsi otak dan kanker.

Sebenarnya ada dosis radioaktif tertentu yang bisa menjadi tolak ukur bahaya bagi seorang janin. Namun, untuk menentukan dosis radiasi memerlukan pertimbangan dari sumber eksternal dan internal. Cara sumber radiasi eksternal ke perut sang ibu adalah dengan mengetahui dosis dari menghirup atau menelan zat radioaktif yang memasuki aliran darah dan plasenta.

Zat radiaktif dapat terkonsentrasi di jaringan ibu yang mengelilingi rahim seperti kandung kemih, dan langsung bisa meradiasi janin. Sebagian besar zat radioaktif yang mencapai darah seorang ibu dapat dideteksi dalam darah janin. Konsentrasi zat tergantung pada sifat spesifik dan tahap perkembangan janin. (Nad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *