oleh

Dokter RS Sari Asih Tangerang Bagikan Tips Cegah Asam Lambung Kambuh saat Berpuasa

TANGERANG – Penyakit asam lambung umumnya dikenal sebagai refluks asam atau gastroesofageal reflux disease (GERD) di mana asam lambung naik kembali (refluks)  ke kerongkongan. Untuk itu Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Sangiang, dr Ahmad Mekkah, SpPD, MSc, MKes, memberikan tips agar kita terhindar dari penyakit tersebut.

Refluks asam biasanya disertai dengan gejala seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), terutama setelah makan atau saat berbaring. Regurgitasi atau sensasi makanan naik kembali ke kerongkongan menyebabkan rasa pahit di mulut, batuk, dan sulit menelan. “Gejala ini bisa bersifat sesaat atau berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang, tergantung pada keparahannya,” kata dr Ahmad, Rabu (27/3).

Sejumlah penyebab umum yang mendorong penyakit asam lambung meliputi kelebihan berat badan, karena dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang dapat mendorong asam lambung naik ke atas. Untuk menghindari asam lambung  salah satunya tidak mengkonsumsi makanan pemicu. “Nah di bulan Ramadhan ini, ada baiknya pemilik penyakit asam lambung berhati-hati saat makan sahur maupun berbuka agar puasanya berjalan lancar.

Dokter ini menyarankan bagi penderita asam lambung untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat merangsang produksi asam lambung atau memicu refluks asam, terutama saat sahur. Sedikitnya ada tujuh jenis makanan dan minuman yang dihindari. Pertama, makanan tinggi lemak, seperti  cepat saji, gorengan,  daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak, dapat merangsang produksi asam lambung. Kedua, makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala refluks asam. Ketiga, buah-buahan seperti jeruk, lemon, tomat, serta makanan dan minuman yang mengandung cuka, seperti saus tomat atau salad dressing, bisa memicu refluks asam.

Adapun yang keempat adalah makanan yang mengandung asam, seperti cuka, acar, atau makanan asam lainnya, dapat merangsang produksi asam lambung. Kelima, minuman seperti kopi, teh, minuman berenergi, dan minuman berkafein lainnya dapat merelaksasi sfingter esofagus bawah dan meningkatkan risiko refluks asam. Keenam, makanan yang terlalu pedas atau berbumbu bisa memicu refluks asam dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderita asam lambung. Ketujuh, makanan yang mengandung cokelat bisa memicu refluks asam pada beberapa individu.

“Mengkonsumsi makanan dalam porsi besar atau makan terlalu dekat dengan waktu tidur juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko refluks asam,” ujar dr Ahmad. (imam/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *