POSKOTA.CO – Kebersamaan dan gotong-royong masyarakat Desa Watuliwung, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi salah satu kekuatan membangun harus terus dijaga bahkan lebih semangat, baik dalam aksi kebersihan dan lainnya di desa ini apalagi sudah menjadi percontohan Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik tahun 2022.
“Dengan menjadi percontohan Desa Cantik, Watuliwung tahun 2022 dari 181 desa yang ada di Kabupaten Sikka tentunya masyarakat harus dapat menjaga dan bergotong-royong agar dapat ditiru daerah lain khususnya terhadap pengolahan data untuk lebih baik lagi,” kata Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Kepala Badan Statistik Kabupaten Sikka Kristanto Setyo Utomo dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sikka Fitrinita Kristiani, Rabu (18/10/2022), dalam rilis yang diterima POSKOTA.CO.
Penunjukan Desa Watuliwung menjadi Desa Cantik bertujuan membantu desa untuk lebih meningkatkan perencanaan program pembangunan desa secara proporsional agar tepat sasaran dan berhasil yang berguna bagi masyarakat banyak.
Menurut Fransiskus, setiap data yang diperoleh nantinya akan diolah menjadi informasi dan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah desa. “Namun semua itu membutuhkan data yang berkualitas tentunya diperlukan kesadaran dan peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik di desa,” imbuhnya.
Ditambahkann Kepala Badan Statistik Kabupaten Sikka Kristanto Setyo Utomo, untuk mewujudkan Desa Cantik yang baik tentunya diperlukan dukungan semua pihak. Sehingga nantinya dengan program ini juga membantu untuk membentuk agen-agen statistik pada level desa atau kelurahan. “Untuk Desa Cantik ini tidak hanya di Desa Watuliwung saja, tapi pihak BPS juga sudah menetapkan Kelurahan Wolomarang di Kecamatan Alok Barat juga menjadi salah satu wilayah yang dipilih untuk pelaksanaan program Cinta Statistik 2022,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sikka Fitrinita Kristiani mengatakan, setiap program pembangunan, tentu harus merujuk pada data tentunya semua data harus akurat dan berkualitas. “Jangan sampai data yang disampaikan tidak sesuai kenyataan lapangan dan diharapkan partisipasi warga karena hasilnya tentunya mejingkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pembangunan desa lebih baik lagi dimasa mendatang,” ujarnya. (*/anton)







Komentar