oleh

Warga Kayuringin Protes Adanya Proyek Drainase Tutup Akses Jalan

POSKOTA.CO – Sejumlah warga dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) di Jalan Umum Gg Wisma Douri Rt 001/002 Kayuringin, Bekasi Selatan mengelukan adanya proyek pembangunan drainase yang memakan akses jalan umum.

Pasalnya, pelaksanaan proyek tersebut tanpa surat pemberitahuan kepada warga, dan membongkar akses jalan. “Kita tiba-tiba tahu sudah ada penggalian tanah jalan. Katanya mau dibuat saluran,” ujar Irwan Saiful.
⁣
Warga yang juga pelaku usaha UMKM sektor kuliner ini mengaku tidak bisa mengakses jalan utama yang biasa dilalui menuju lokasi berjualan. ⁣“Jalan ketutup, kalau mau jualan harus memutar, tiga kali lipat jauhnya dari akses jalan utama, malah ada pedagang yang gak bisa jualan karena jalan dibongkar,” tegasnya.⁣
⁣
Warga dan pedagang memprotes lantaran proyek juga tidak ada sosialisasi sejak awal. Tidak ada pemberitahuan sumber proyek, lama pengerjaan dan lainnya.⁣
⁣
Pelaku UMKM sekitar, dibuat kesulitan mencari nafkah di tengah pandemi Covid-19 ini karena beberapa terpaksa tidak berjualan.⁣
⁣
Warga lainnya juga mengeluhkan proyek yang dinilai tak tepat sasaran. Pasalnya sumber sumbatan drainase yang seharusnya diperbaiki tak tersentuh perbaikan, justru membuat saluran baru.⁣“Kalau alasan buat saluran cegah banjir, di lokasi itu tidak pernah banjir. Seharusnya saluran lama yang harus diperbaiki, bukan malah membuat saluran baru membongkar jalan,” tambahnya.⁣
⁣
Pedagang lainnya yang mengandalkan jualan dengan ojek daring juga kebingungan. Pasalnya akses jalan terputus dan tidak ada pemberitahuan berapa lama proyek selesai.

“Masa yang beli harus parkir jauh di depan jalan utama kan berisiko, arah kesini jalan kaki saja susah, pedagang yang bawa gerobak gak bisa lewat. Kita udah sulit begini cari uang ditambah sulit lagi. Apalagi tidak ada pemberitahuan proyek ini dari mana, kapan lama pengerjaannya. Tiba-tiba sudah digali,” ujar Ifat Suryanegara, pedagang sekitar.⁣
⁣
Ia berharap pengerjaan yang terlanjur digarap itu bisa segera selesai sehingga pedagang bisa berjualan kembali.⁣
⁣
Ketika dikonfirmasi,Lurah Kayuringinjaya, Ricky Suhendar mengatakan dirinya baru mengetahui ada proyek tersebut. Lantaran sebelumnya tidak ada informasi baik dari RT/RW maupun DBMSDA.⁣
⁣
Setelah diberitahu, hasil komunikasi dengan DBMSDA dan RT/RW diakuinya pengerjaan kemungkinan rampung dua hingga tiga pekan. ⁣
⁣
Pengerjaan drainase disebut untuk mengantisipasi banjir. Namun terkait progres proyek yang mulai digarap Jum’at (6/8) belum ada laporan terbaru. Termasuk volume dan sumber anggaran. ⁣
⁣
“Infonya 2-3 minggu (estimasi pengerjaan). Saya pun sama belum tahu progres nya. (Sebelumnya) RT RW tidak ada laporan sama demikian dari pihak Dinas BMSDA,” jelasnya. (adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *