PANDEGLANG – Informasi yang sempat beredar mengenai ditemukannya rombongan jurnalis di Pulau Sebesi dipastikan tidak benar. Hingga Rabu (9/9/2026), lima jurnalis bersama awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan di perairan Selat Sunda.
Staf Humas Kantor SAR Banten, Gadis, Rabu siang mengonfirmasi bahwa operasi penyisiran laut terus ditingkatkan dengan mengerahkan kekuatan penuh (all out) lintas instansi. “Isu yang menyebutkan rombongan sudah ditemukan selamat di Pulau Sebesi itu tidak benar. Itu hoax. Sampai saat ini tim masih berjuang di lapangan dan pencarian terus kita perluas,” ujar Gadis saat memberikan keterangan resmi Posko SAR Banten.
Pencarian besar-besaran ini melibatkan ratusan personel yang terbagi dalam puluhan unsur SAR, aparat keamanan, hingga potensi masyarakat, yakni:
Basarnas: Kantor SAR Banten (17 personel), Kantor SAR Lampung (10 personel), USS Pandeglang (7 personel), USS Merak (2 personel), dan ABK KN SAR Tetuka 247 (9 personel).
Kepolisian (Polairud & Polsek): Polairud Mabes Sanjaya (27 personel), Polairud Polda Banten (6 personel), Polairud Mabes Polri (4 personel), Polairud Pandeglang (2 personel), Kasubdit Patroli Air Banten (1 personel), dan Polsek Carita (2 personel). TNI (AL & AD): Koramil Carita (4 personel), Lanal Labuan (2 personel), dan Babinsa Carita (1 personel). Potensi Masyarakat meliputi Media lokal (27 orang), Potsar FPN (7 orang), KSOP (5 orang), BPBD (3 orang), perwakilan Jurnalis ANTARA, keluarga korban, serta dibantu para nelayan dan warga lokal.
Enam Armada Laut Utama Dikumpulkan
Untuk menembus dinamika gelombang dan cuaca di perairan Selat Sunda, penyisiran difokuskan menggunakan armada kapal utama serta perahu karet cepat. (aga/jo)







Komentar