oleh

Sebelum PTM, Pemkot Depok Targetkan Vaksinasi Anak Selesai hingga Akhir Januari

POSKOTA.CO – Kegiatan pelaksanaan pemberian vaksinasi pada masyarakat Kota Depok terus dikebut dan ditangani serius hingga akhir Januari 2022 harus selesai untuk mengikuti anjuran pemerintah mencapai 100 persen pemberian vaksin kepada kegiatan pendidikan mengejar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di seluruh Indonesia.

“Kami atau Pemkot Depok terus fokus untuk mengejar target minimal pemberian vaksinasi anak sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI agar kegiatan, vaksinasi di seluruh bidang pendidikan mencapai 100 persen agar pelaksanaan PTM dapat dilaksanakan di semua sekolah,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, Selasa (4/1/2022).

Pelaksanaan vaksinasi di Kota Depok dari data yang ada sudah mencapai sekitar 93 persen untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melihat hal itu tentunya sudah memenuhi persyaratan untuk PTM 100 persen sesuai SKB 4 Menteri melaksanakan kegiatan di semua sekolah, tapi belum cukup karena seluruh siswa mulai dari TK, SD, PAUD, SMP, SMA dan SMK juga harus memenuhi persyaratan yang diminta.

Menurut Idris, saat ini vaksinasi anak usia 18 tahun ke bawah sudah 66,69 persen di Kota Depok, sedangkan untuk usia 12 tahun ke bawah yaitu anak SD, PAUD, TK masih 52,54 persen. “Kekurangan persentase yang ada diharapkan dapat selesai semua mencapai 100 persen di pertengahan Januari 2022 sehingga sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan sekitar 183 ribu anak yang sudah divaksin,” tuturnya seraya menambahkan, mudah-mudahan secara simultan kita lakukan terus, kerja sama kolaborasi dengan TNI-Polri dan stakeholder untuk bisa ke sekolah.

PTM di Kota Depok, kata Idris, dilakukan sesuai ketetapan yang telah tertulis di dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, dan Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. “PTM terbatas ini harus mengacu kepada SKB 4 Menteri, di mana anak-anak mulai belajar pada sementer depan. Artinya ini harus kita segerakan, kalau memang arahan SKB 4 Menteri harus dijalankan, tidak boleh tidak,” katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *