JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta dari nomor urut 1 Ridwan Kamil, di mata Cawagub Suswono merupakan sosok pintar dan ahli perkotaan. Menurutnya sangat disayangkan kalau mantan Gubernur Jawa Barat ini tidak terpilih dalam Pilkada Jakarta 2024.
“Pak Ridwan Kamil itu insinyur beneran di dunia nyata, alumni ITB, bukan insinyur dalam film. Dan hasil karyanya sebagai arsitek sudah banyak tersebar, baik kota-kota di Indonesia maupun mancanegara,” kata Suswono pada acara silaturahmi dengan anggota Balkoters (Kordinatoriat Wartawan Balaikota dan DPRD DKI Jakarta-red) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/10).
Menurutnya, selain sebagai politisi, Ridwan Kamil juga merupakan arsitek kelas dunia yang banyak meninggalkan karya besar. Contohnya seperti Masjid Al-Jabbar Bandung, Rumah Botol Bandung, Museum Tsunami Aceh, Masjid 99 Kubah Makassar, Masjid Al-Mumtadz, Masjid Al-Saffar Jabar, Masjid Syehk Ajlin Gaza Palestina, Ningbo Newton Tiongkok, Beijing Finance Street Tiongkok, Marina Bay Waterfront Singapura, dan seabrek gedung fenomenal lainnya.
Ditambah lagi bahwa Ridwan Kamil punya bekal pengalaman banyak di birokrasi, contohnya pernah menjadi Walikota Bandung dua periode lalu berlanjut sebagai Gubernur Jawa Barat satu periode. “Jadi, bukan cuma ahli perkotaan tapi punya pengalaman kuat di bidang pemerintahan. Sangat disayangkan kalau masyarakat Jakarta tidak memilih Pak Ridwan Kamil. Saya yakin dengan kepemimpinan beliau, Jakarta bakal lebih maju,” tandas Suswowo selaku pasangan Cagub-Cawagub Ridwan-Suswono yang sering disingkat RIDO.
Jika pasangan nomor urut 1 terpilih memimpin Jakarta untuk lima tahun ke depan, Suswono bakal mendukung kinerja Gubernur. “Tugas Wagub adalah men-support Gubernur. Jadi, saya siap mendampingi Pak Ridwan membangun Kota Jakarta menuju kota global. Kami tetap akan melanjutkan program yang bagus dari gubernur sebelumnya,” janji Suswono, politisi PKS yang pernah menjadi Menteri Pertanian.
Paslon Nomor Urut 1 ini akan memperbanyak jaminan sosial bagi masyarakat. Menurutnya di Jakarta saat ini memiliki enam jenis kartu jaminan sosial. “Jika kami menang, maka akan menambah dua kartu jamsos lagi sehingga semuanya berjumlah delapan tapi karunia cukup satu yaitu Kartu Maju,” papar Suswono. Jadi, warga miskin bisa mendapatkan beberapa jenis jaminan, misalnya miskin, disabilitas, lansia, dan lainnya. (jo)







Komentar