oleh

Rob Terjang Pelabuhan Ikan Muara Baru, Pengusaha Rugi Puluhan Miliar

POSKOTA.CO – Empat hari berturu-turut banjir rob akibat air laut pasang merendam Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru.

Akibatnya, pengusaha mengaku rugi puluhan miliar lantaran kegiatan bongkar muat nyaris lumpuh. Tidak sedikit mobil ikan terbalik hingga rugi ratusan juta hingga satu miliar.

Beberapa pengusuha dan karyawan pengelolaan ikan di Pelabuhan Muara Baru mengungkapkan sejak empat hari lalu aktivitas bongkar muat ikan hampir tidak ada sama sekali dikarenakan mobil boks dan truk tidak bisa melintas disebabkan infrastruktur jalan rusak.

Banyak mobil ikan yang mencoba nekat melakukan kegiatan, namun tidak sedikit yang nahas kejeblos dan terguling karena banyak jalan yang berlubang-lubang dan saat terendam air ketinggian hingga 70 cm dan tidak terlihat.

Seperti yang terjadi pada Senin dan Selasa kemarin, mobil muatan ikan cumi terguling.

Dari hari ke hari banjir rob terus meninggi. Di hari pertama hanya 30 centimeter, banjir kedua 50 centimeter, dan hari ketiga 70-80 cm.

“Perusahaan kami, termasuk teman-teman di Muara Baru ini kehilangan pendapatan miliaran, karena sepi tidak ada yang datang beli ikan. Sopir pada takut melihat beberapa mobil yang pada terguling,” tutur Hendrawan, salah satu manajer perusahaan pendinginan ikan.

Kendaraan yang terjebak di Pelabuhan Muara Baru akibat rob yang menerjang wilayah pelabuhan ini. (d) 

Menurutnya, di Pelabuhan Muara Baru kurang lebihnya ada 150 perusahaan pengelolaan maupun colstrorage. Satu perusahaan paling sedikit mempekerjakan 300 orang bahkan ada yang di atas 500 orang.

Setiap hari mulai pagi hingga tengah malam ratusan bahkan ribuan mobil ikan daru sejulah daerah daerah keluar masuk pelabuhan untuk mengangkut maupun membongkar ikan.

“Udah empat hari ini di perusahaan kami tidak ada satupun mobil bongkar muat. Biasanya lebih dari 20 mobil,” cerita Hendrawan.

Sejumlah pengusaha lainnya menuturkan hal serupa. Mereka menyayangkan sikap pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru yang kurang peduli terhadap infrastruktur pelabuhan.

Diceritakan, banyak jalan di dalam pelabuhan yang rusak berlubang lama namun tidak diperbaiki. Kalaupun ada yang ditambal sulam tidak bertahan lama disebabkan daerahnya sering air laut pasang.

Begitu juga tanggul yang ada banyak yang berlubang hingga ketika air laut mulai naik, tidak terbendung lagi air laur masuk ke area pelabuhan dengan deras.

Karyawan pengolahan ikan di Muara Baru berusaha menumpang trailer agar bisa melintas dikarenakan ketinggian air laut pasang di Pelabuhan Muara Baru

Tarif Sewa Mahal
Menurut sejumlah pengusaha, dalam beberapa tahun terakhir tarif sewa lahan di Pelabuhan Muara Baru sangat mahal, bahkan tahun terakhir kenaikan hampir 45 persen dengan jangka waktu sewa tiga tahun.

“Untuk lahan tiga ribu meter persegi saja kita dikenakan bayaran satu miliar rupiah per perusahaan sewa tiga tahun. Kalau dikalikan seratus perusahaan sudah Rp100.000.000.000,” ujar satu pengusaha.

Satu miliar rupiah itu menurut mereka hanya sewa lahan kosong. Sebab mereka harus membangun gedung dengan biaya sendiri. “Dulu jangka waktu sewa 20 tahun, tapi sekarang dibatasi per tiga tahun diperpanjang,” ujarnya

Keluhan pengusaha, biaya yang sudah mereka keluarkan untuk investasi di Pelabuhan Muara Baru tidaklah sedikit bila dirinci sewa lahan, bangun gedung, bayar pajak, listrik, air, sampah, sekuriti dan biaya lainnya ratusan juta per bulan.

Namun fasilitas infrastruktur yang mereka dapatkan tidak sebanding. Misalnya jalan rusak dan berlubang tidak diperbaiki sehingga kalau rob tidak terlihat mata.

Mereka mendesak PT Samudra Nizam Zachman agar meninggikan jalan di seluruh pelabuhan sebab sudah puluhan tahun tidak pernah ada peninggian jalan. (d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *