JAKARTA – Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, Ridwan Kamil, hadir dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/9). Acara ini digelar oleh Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta dan dihadiri oleh ribuan jamaah Muslimat NU yang antusias menyambut kedatangan Ridwan Kamil.
Kehadiran Ridwan Kamil dalam acara tersebut disambut hangat oleh para jamaah. Mereka berdesakan untuk mengabadikan momen kedatangan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dan beberapa bahkan tak segan mengajak suami dari Atalia Praratya itu untuk berswafoto.
Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa kehadirannya di acara tersebut bukan hanya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dengan Muslimat NU Jakarta. “Saya hadir untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya Muslimat NU Jakarta. Kakek saya juga merupakan ulama Nahdlatul Ulama, dan ini kesempatan saya untuk memperkenalkan diri serta apa yang pernah saya lakukan untuk keumatan dan NU,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Ridwan Kamil juga bertemu dengan K.H. Ahmad Muwafiq atau yang akrab dipanggil Gus Muwafiq. Kang Emil mengaku mendapatkan nasihat berharga dari ulama tersebut terkait nilai-nilai Rasulullah, khususnya dalam konteks kepemimpinan dan bernegara.
“Dinasihati oleh Gus Muwafiq mengenai nilai-nilai Rasulullah sebagai bekal dalam menjalani takdir kita masing-masing. Terutama tentang konsep kepemimpinan yang penuh tantangan dan cobaan. Ini menjadi bekal moril bagi saya untuk terus mengabdi pada masyarakat,” tutur Kang Emil.
Kehadiran Ridwan Kamil dalam acara ini ditegaskan tidak terkait dengan aktivitasnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ia hadir sebagai pribadi dan anggota keluarga besar NU. Selain Gus Muwafiq, acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Jakarta, Hizbiyah Rochim, yang turut memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Acara ini menjadi momen penting bagi Ridwan Kamil untuk memperkuat tali silaturahmi dengan Muslimat NU serta merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (din)







Komentar