oleh

Richard: `Pengacara Hebat Mampu Bernegosiasi Dengan Baik…`

POSKOTA.CO – Siapa yang tidak kenal Lawyer. Nama Lawyer atau dengan sebutan beken seperti Advokat ini merupakan wadah para pengacara yang beracara di pengadilan untuk membela bantuan hukum klien nya.

Selain, beracara di pengadilan, advokat dituntut memiliki kemampuan persuasif, bernegosiasi dengan baik dan mengendalikan emosi serta memiliki sifat sabar.

Hal ini diungkapkan Sutan (St) Richard, SH, MH salah satu pengacara yang berkantor di kantor Hukum Nusantara Indonesia dibilangan, Jalan Gunung Sahari Raya, Komplek Ruko Gunung Sahari Center Jakarta Pusat saat diwawancarai POSKOTA.CO, Jumat (24/9/2021) pagi.

Menurut Richard, pada intinya prinsip dasar Advokat atau pengacara dalam menangani perkara klien dituntut memiliki kemampuan persuasif dalam menyelesaikan kasus di pengadilan. Seorang pengacara wajib memiliki kemampuan persuasif yang baik juga mindset atau pola pikir yang mumpuni sehingga bisa meyakinkan pengadilan mengenai posisi klien.

Jurus lain yaitu, kata Richard mampu bernegosiasi dengan baik dan kwalitas ke dua yang perlu dimiliki oleh seorang pengacara adalah mampu bernegosiasi serta keterampilan kecakapan berbicara serta tawar-menawar mencapai kesepakatan yang baik diantar pihak-pihak yang terkait.

“Seorang pengacara juga harus bisa mengendalikan emosi karena tidak semua persidangan selalu berjalan mulus. Ada kalanya seorang pengacara dihadapkan pada argumen atau ancaman yang kerap mempengaruhi emosi. Oleh karenanya, pengacara yang hebat ialah mereka yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi dengan baik dan tepat sasaran dalam menentukan narasi pembicaraan,” ungkap Richard.

Sementara itu, kata Richard pengacara juga harus memiliki sikap bersabar. Yang terakhir, seorang pengacara juga perlu melatih kemampuan sabar karena sebagian kasus biasanya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya selesai. “Dengan menerapakan sifat-sifat seperti itu. Maka peluang menangani perkara klien dalam mengurai persoalan klien dapat teratasi dengan sendirinya,” paparnya.

Yang perlu diketahui tambah Richard, menurut pasal 5 ayat (1) Undang-undang (UU) nomor: 18 tahun 2003 tentang Advokat menyebutkan Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan.

“Kedudukan Advokat adalah setara atau sederajat dengan aparat penegak hukum lainnya diantaranya seperti, Polisi, Jaksa, Hakim dan Lapas untuk menegakan kebenaran,” terang Richard menyudahi wawancara. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *