oleh

Pengacara Tebar Uang Hampir Satu Miliar Untuk Anak Yatim Piatu Korban Covid

POSKOTA. CO – Mendapat rejeki berlebih dari profesinya sebagai pengacara, Pablo Benua memanjatkan rasa syukurnya. Rejeki dari banyaknya kepercayaan klien, ia lalu menyalurkan berkat ini kepada anak yatim piatu yang ditinggal mati orangtuanya, akibat Covid 19.

Bantuan senilai hampir Rp1 miliar ini ia salurkan kepada anak yatim tepat di usianya yang ke 41 yang jatuh pada bulan Agustus 2021 ini.

Dalam keterangannya di bilangan Sentul, Bogor, Pablo Benua mengaku, merebut kepercayaan klien tidak mudah. Namun perjuangannya selama delapan tahun membela klien, membuat dirinya kini banyak dipercaya masyarakat dari berbagai golongan.

 

Keberanian dalam karier profesionalismenya, kini ia dipercaya sejumlah pengusaha. Sentul City, salah satunya yang memakai jasa hukum suami dari artis Rey Utami ini.

Sejumlah perkara besar pernah ditangani. Seperti membela terdakwa UG, yang disangkakan sebagai mafia tanah.

“Kasus ini sebelumnya dipegang pengacara lain. Begitu saya pegang, tiga hari saya bebaskan tersangka,”kata Pablo, Jumat (27/8/2021).

Mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara ini menambahkan, kepercayaan masyarakat atas MK Grop, lembaga hukum yang mana dirinya duduk sebagai Direktur legal, ia apresiasi.

Bahkan ketika memenangkan gugatan terhadap salah satu perusahaan Taipan di Indonesia, dirinya tetap rendah hati.

“Saat ini saya dipercaya sebagai Lawyer tetap di PT Yobatsu Internasional Berjangka, perusahaan konsultan investasi terbesar di Indonesia dan Juga sebagai Lawyer tetap H. Mustofa Alwaeni yang merupakan pengusaha konglomerat dibidang pertambangan nikel dan batubara. Ada rejeki lebih, maka kami membantu anak-anak yang ditinggal mati orangtuanya, karena Covid 19,” ujarnya.

“Pablo Benua & Co Law Firm, Firma hukum kami, kini dipercaya oleh konglomerat H. Abdul Muis Muhady, yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan real estate serta pemilik pulau Kalimambang Belitung sebagai kuasa hukumnya,”cerita Pablo.

Pablo Benua mengaku, dirinya tidak tertarik menangani perkara artis yang mendapat peliputan luas media massa. Baginya, sorotan publik hanya akan memainkan emosinya sehingga berdampak pada konsentrasinya akibat opini publik.

“Ketika saya nangani perkara klien, saya memposisikan diri saya sama seperti klien, sehingga apapun emosi klien yang timbul akibat opini publik, pasti saya juga rasakan. Kalau klien saya dibully, saya akan marah, kalau klien saya di puji-puji, saya juga pasti akan tersanjung. Jadi hal-hal seperti itu hanya mengganggu konsentrasi saya saat menangani perkara,”ungkap Pablo. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *