oleh

PPIKON Akan Tertibkan Dokter dan Tenaga Medis Olahraga

JAKARTA- Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional (PPIKON) Kementerian Pemuda dan Olahraga segera akan menertibkan dokter-dokter, perawat dan petugas medis yang berkecimpung  atau terlibat di olahraga nasional agar kasus dokter gadungan seperti yang terjadi di PSSI tidak terulang kembali di kemudian hari.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala PPIKON Kemenpora Edi Nurinda ketika diminta komentar terkait dokter gadungan yang ditemukan di kasus yang dialami PSSI, Jumat (10/12/2021), di Jakarta.

“Penertiban dokter, perawat dan petugas medis untuk olahraga segera akan kami lakukan,” kata Edi. “Kami akan melakukan pendataan terkait ijasah, sertifikat pelatihan serta berbagai aspek uji kompetensi terhadap dokter, perawat dan petugas medis yang berkecimpung di dunia olahraga nasional. Penertiban ini akan kami lakukan mulai bulan Januari tahun depan (2022) dengan tujuan agar kasus dokter palsu atau gadungan seperti yang terjadi di PSSI tidak terulang lagi,” lanjutnya.

Menurut Edi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Tenaga Medis serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia dalam penertiban yang akan dilakukan. Langkah ini sangat penting untuk menghindari kejadian dokter palsu berkeliraan atau bebas berpratekdan merusak dunia olahraga nasional.

“PPIKON akan berkoordinasi dengan IDI dan Ikatan Tenaga Medis serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk menertibkan dokter, tenaga medis dan perawat  yang terlibat dalam event olahraga, federasi cabang olahraga, klub dan pemusatan latihan agar terhindar dari dokter palsu atau dokter gadungan seperti yang dialami PSSI,” tutur Edi.

“Kami akan menertibkan secara administrasidn akan menerbitan kartu/sertifikat kepada dokter, petugas medis dan perawat agar kasus dokter gadungan tidak terulang lagi,” sambung Edi.

Ditambahkan Edi, pihaknya berharap kerja sama seluruh stage holder olahraga nasional, baik pusat dan daerah untuk bisa dan mau bekerja sama bahu-membahu demi tertibnya dokter, petugas medis dan perawat yang kecimpung di olahraga.

“Kami menghimbau penertiban yang akan segera kami lakukan ini mendapatkan bantuan dari semua pihak. Karena penertiban ini sangat penting guna terhindar dari dokter palsu, tenaga medis/perawat tak kopetensi yang dapat merusak iklim sehat olahraga,” jelas Edi.

Dijelaskan Edi, langkah awal pihaknya akan mendata terkait STR (Surat Tanda Registrasi)  dan SIP (Surat Ijin Praktek). “Mereka (dokter, tenaga medis dan perawat) yang terlibat di even olahraga atau menjadi pengurus cabor harus memiliki ijasah dan akreditasi uji kopetensi sesuai bidang yang menjadi persyaratan,” kata Edi.

“Hal ini untuk menghindari mall praktek, memberikan pelayanan yang tidak profesional juga untuk menghindari dokter/petugas medis gadungan pada even olahraga nanti,” pungkas Edi. (dk/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *