oleh

Pemprov DKI Kembali Galakkan Razia, Target 68 Cerobong Asap Pabrik akan Diperiksa Siang Malam

JAKARTA  – Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) kembali menggalakkan razia cerobong asap di sejumlah pabrik dan industri. Dalam beberapa waktu ke depan targetnya melakukan pengukuran aktif sebanyak 68 pipa asap pembakaran pada siang maupun malam untuk memastikan tidak ada pencemaran udara yang berlebihan.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan pihaknya bersama Satgas Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pabrik. “Razia cerobong asap ini, sebagai salah satu strategi menangani polusi udara di Jakarta. “Diduga masih cukup banyak pengelola pabrik dan industri mengabaikan polusi udara di kawasan usahanya,” kata Asep kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/6).

Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengukuran aktif pada 68 cerobong dari berbagi sektor industri dan jasa selama sisa waktu tahun 2024. “Pelaksanaan pengukuran tidak hanya dilakukan pada siang hari namun juga pada malam hari untuk memastikan tidak terjadi pencemaran di waktu malam, mengingat beberapa kegiatan industri juga beroperasi maksimal malam hari,” jelasnya.

Cerobong yang melebihi baku mutu,  ujar Asep, pihak pengelola akan dikenakan sanksi sesuai peraturan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami sebelumnya telah melakukan pengawasan operasional Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dan pengukuran emisi cerobong industri peleburan besi baja di Jakarta Timur,” paparnya.

Industri peleburan baja merupakan salah satu industri yang berpotensi memberikan kontribusi besar ke udara ambien (mengacu ke SK Gubernur DKI Jakarta 670/2000). “Tim Bidang PPH yang terdiri dari para Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta diterjunkan untuk mengecek hasil pengukuran emisi sumber tidak bergerak pada cerobong industri itu. Dinas LH DKI Jakarta memantau perusahaan-perusahaan lainnya yang berpotensi mencemari udara Jakarta secara rutin,” tandas Asep.

Pada kesempatan ini Asep mengimbau seluruh pengelola pabrik dan industri untuk segera membenahi sistem pembakaran yang ramah lingkungan agar tidak terkena tindakan tegas. “Mumpung sebelum tim gabungan diterjunkan ke lapangan, sebaiknya pengelola pabrik mengantisipasi dengan memperbaiki sistem pembakaran agar asapnya tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebab kalau petugas masih menemukan pelanggaran, maka akan menindak dengan tegas,” tandas Asep. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *