JAKARTA – Dalam rangka menyongsong usia lima abad kota Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2027, Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2025 melakukan penanaman pohon dengan target sedikitnya enam juta pohon pelindung dan hias. Secara simbolis Dinas Pertamanan dan Hutan (Tamhut) DKI Jakarta mulai menanam 500 pohon langka.
Sekretaris Dinas Tamhut DKI Jakarta Rudy Syahrul menjelaskan penanaman 500 pohon langka terdiri dari pohon Buni, Kesemek, Jamblang, Matoa, Durian, Duku, dan beberapa jenis lain. “Selain berfungsi sebagai pohon pelindung, sekaligus juga bisa dinikmati buahnya dan mengundang kelompok burung liar,” kata Rudy usai memimpin penanaman 10 pohon Tabebuya Kuning di Taman Abdul Rahman, Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (3/1).
Menurutnya, penanaman pohon ini untuk membuat Jakarta lebih hijau dan segar sehingga ketika memasuki usia lima abad pada 2027 mendatang, pepohonan yang ditanam dari sekarang sudah bertumbuh besar, dan sebagian di antaranya sudah berbuah. “Di awal 2025 ini semua wilayah suku dinas wajib melakukan penanaman di tempat masing-masing,” ujarnya.
Disebutkan, selama 2024 kemarin pihaknya telah menanam enam juta pohon pelindung maupun tanaman hias dan Mangrove. “Ditargetkan, pada tahun ini kami juga bisa menanam sedikitnya enam juta pohon pelindung maupun tanaman hias,” papar Rudy. Kalau pohon pelindung targetnya pada tahun 2024 hanya 10.000 pohon tapi capaiannya melampaui target.
Kegiatan penanaman pohon untuk menyambut Jakarta yang lebih sejuk dan asri pada tahun 2027 disambut baik sejumlah warga. “Kami mendukung penanaman pohon pelindung di pinggir jalan maupun taman kota. Namun sebaiknya, Pemprov DKI memperbanyak pohon yang ada buahnya supaya mengundang kehadiran binatang, terutama burung,” ujar Hadi Haryono salah satu anggota komunitas Jakarta Hijau.
Ia menyayangkan begitu banyaknya taman atau hutan kota yang cuma berisi pohon-pohon nonproduktif. “Contohnya Taman Kota Kemayoran maupun Hutan Kota di kawasan Monas sangat minim pohon produktif. Mestinya disana perlu diperbanyak tanaman buah seperti duku, rambutan, durian, mangga, nangka, apel, dan lainnya. Bahkan kalau perlu juga ditanam pohon ceri yang mana buahnya sangat disukai kelompok burung,” saran Hadi. Di Monas juga mestinya disiapkan lahan khusus untuk sayuran supaya hasilnya bisa dinikmati petugas pengelola kawasan. (jo)







Komentar