oleh

Panglima TNI Akan Ubah Gelar Satgas di Papua dan Papua Barat

POSKOTA.CO-Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah gelar satuan tugas (Satgas) yang berada di Papua dan Papua Barat. Sebab, gelar Satgas maupun satuan yang ada di Papua harus sama dengan wilayah lain di Tanah Air.

Langkah ini diambil Panglima Andika guna menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang menginginkan kegiatan di Papua berjalan normal. “Kekuatan TNI normal seperti halnya di provinsi lain. Kita membantu menciptakan keamanan, karena kami dari aspek militernya saja, keamanan yang lebih bagus,” kata Jenderal Andika dalam konferensi pers di Kodam XII/Cenderawasih Papua, diakses dari akun Youtube Puspen TNI.

Menurut Andika Perkasa, kurun waktu 2 tahun, awal tahun lalu sampai saat ini, operasi yang digelar Mabes TNI di Papua itu berhasil mendapat 111 pucuk senjata,” ujarnya. Perubahan gelar tersebut menurut Jenderal Andika pada intinya akan mengorganisasi Satgas yang digelar Mabes TNI menjadi satuan-satuan yang melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) organik.

Satgas yang selama ini digelar di Papua untuk Angkatan Darat menjadi Komando Distrik Militer (Kodim) dengan jajaran di bawahnya, yakni Komando Rayon Militer (Koramil). Tupoksinya menitikberatkan pada pembinaan teritorial dan komunikasi sosial.

Untuk unsur Satgas dari Angkatan Udara lanjut Panglima Andika menjadi bagian dari Pangkalan Udara atau Lanud dengan tupoksi pembinaan potensi kedirgantaraan dan komunikasi sosial.

Sedangkan untuk Satgas yang digelar dari Angkatan Laut menjadi Pangkalan Laut atau Lanal dengan tupoksi pembinaan potensi kemaritiman dan komunikasi sosial. Perubahan itu bertujuan agar kegiatan di Papua berjalan normal.

Dikatakan Jenderal Andika Perkasa, Presiden dan pemerintah sudah sejak awal menginginkan kegiatan di Papua benar-benar normal. Contohnya seperti PON yang berlangsung di Papua. ” Itu kan diputuskannya sejak pertama beliau menjabat presiden, waktu itu saya bertugas sebagai Komandan Paspampres dan saya dengar sendiri apa yang diinginkan beliau,” ujarnya.

Panglima Andika membandingkan gelar kekuatan TNI di Papua dengan wilayah lainnya di Indonesia. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, operasi yang digelar Mabes TNI di Papua berhasil mendapat 111 pucuk senjata.
Sementara di Sumatera, tanpa menyebut provinsinya, kata Andika bahwa Kodam berhasil memperoleh 160 senjata dalam kurun waktu dua tahun.

Sementara di Kalimantan, dalam periode yang sama dengan kegiatan normal, terdapat Kodam yang berhasil mendapatkan 516 senjata atau hampir 5 kali lipat dari Papua. Bahkan ada juga Kodam yang mendapatkan 620 senjata dalam kegiatan normal dengan rentang waktu dua tahun. “Tetapi, pernahkah kita mendengar hiruk pikuk penggunaan kekerasan di tempat-tempat ini? Hampir tidak ada sama sekali,” tutur Andika.

Gelar kekuatan normal sehingga bisa membantu tanpa harus ada pihak yang menjadi korban. “Saya memiliki keyakinan kita bisa melakukan hal yang sama dengan menggunakan konsep gelar satuan yang normal,” tegasnya.

Sebelumnya, TNI berniat mengubah pendekatan dalam menangani konflik Papua. Rencana itu diungkap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa seusai dilantik Presiden Jokowi. Rencana itu juga ditegaskan kembali oleh Kasad Jenderal Dudung Abdurachman. Dudung berjanji akan mengecek profesionalisme para prajurit di Papua.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.