oleh

Lilik Sudarwati Sayangkan Indonesia Juara Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih

POSKOTA.CO– Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa?”, Kamis (21/10-2021) di ruang Media Center MPR/ DPR/DPD RI, Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Sebagai Narasumber:1. Ketua Komisi X DPR RI (Fraksi PKB), Syaiful Huda.(virtual) 2. Wakil Ketua Komisi X DPR RI (Fraksi Golkar), Hetifah Sjaifudian.(virtual) 3. Mantan Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia, Dokter Zaini Khadafi.(kanan) dan 4. Mantan Atlet Bulu Tangkis Nasional Tahun 1982-1986 Lilik Sudarwati.

Mantan Atlet buluangkis juara dunia, Lilik Sudarwati menyayangkan insiden bendera Merah Putih tak bisa berkibar saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas atau Thomas Cup 2020 (2021) pada Minggu (17/10/2021) malam WIB.Insiden pelarangan pengibaran bendera merah putih di ajang kejuaraan bulutangkis beregu putra tersebut merupakan sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA), kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

“Ini sesuatu kejadian yang miris. Saya merasakan bahwa Atlet itu pekerja keras. Setiap hari kami latihan di lapangan. Jika melihat insiden ini tentu prihatin. Padahal itu event besar hal yang kami cari yaitu berkibar merah putih,” tutur Lilik saat dialog Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen Senayan Jakarta, Diketahui, Indonesia menjadi juara Thomas Cup setelah mengalahkan China 3-0, namun di podium Hendra Setiawan dan kawan-kawan tidak bisa melihat bendera merah putih berkibar.

Pada 7 Oktober 2021, WADA menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak patuh dalam menerapkan program uji doping.

“Saya kira masalah doping cukup merepotkan ya. Pelaku olahraga kita sekarang rata-rata belum memahami. Untuk itu perlu sosialisasi terhadap atlet di seluruh cabang olahraga kita,” imbuh perempuan kelahiran Gresik 24 Desember 1970 ini.

Lantaran tak mematuhi program tersebut, muncul tiga sanksi dari WADA. Selain pelarangan pengibaran bendera di berbagai ajang olahraga selain Olimpiade, Indonesia juga disebut tidak memenuhi syarat menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia.Satu sanksi lainnya adalah perwakilan Indonesia tidak memenuhi syarat menempati posisi anggota dewan di dalam sebuah komite olahraga.

Mesti begitu, Lilik yang pernah berhasil menyabet gelar Juara Dunia Ganda Putri bersama Susy Susanti pada 1986 itu bilang momentum larangan kibarkan merah putih tersebut merupakan pembelajaran bagi semua stakeholder olahraga di tanah air.

“Saya kira masalah doping cukup merepotkan. Pelaku olahraga rata-rata kita sekarang belum memahami. Untuk itu perlu sosialisasi terhadap atlet di seluruh cabang olahraga kita. Apa yang terjadi hari ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” pungkas Lilik Sudarwati.(timyadi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *