JAKARTA – Sebagian besar warga penyintas kebakaran di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan telah mendapatkan pengganti kartu administrasi kependudukan (adminduk) yang ludes dilalap api. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta telah mencetak ulang sebanyak 543 dokumen kependudukan.
Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan, Muhammad Nurrahman mengatakan pihaknya sudah mencetak ratusan dokumen adminduk pengganti bagi para penyintas kebakaran di RW 06 dan RW 12, Kelurahan Manggarai. “Sejak dibukanya posko pelayanan pascakebakaran pada 14 Agustus 2024 hingga hari ini kami sudah mencetak ulang 543 dokumen kependudukan pengganti, terdiri dari Kartu Tanda Penduduk elektronik, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Akta Kelahiran,” ujar Nurrahman, Rabu (21/8).
Nurrahman menjelaskan, ratusan dokumen pengganti tersebut, selain dicetak di posko layanan Dukcapil di SDN Manggarai 05, pelayanan juga dilakukan secara jemput bola mendatangi warga. “Dokumen adminduk yang sudah dicetak terdiri dari, 274 KTP elektronik, 54 KIA, 102 KK, 112 Akta Kelahiran, dan satu Akta Kematian,” bebernya.
Nurrahman berpesan, apabila warga penyintas kebakaran belum atau tidak bisa melakukan pencetakan adminduk di posko layanan Dukcapil, maka disarankan untuk sesegera mungkin mendatangi loket-loket layanan Dukcapil baik di kelurahan atau kecamatan setempat. “Kelengkapan adminduk ini penting untuk mengurus hal-hal lainnya. Saya imbau warga yang belum mengurus segera mengurus karena prosesnya cepat dan mudah,” tandasnya.
Sejumlah warga merasa terbantu dengan adanya layanan adminduk secara jemput bola di halaman SDN 05 Manggarai yang berlokasi dengan tempat pengungsian mereka. “Dokumen adminduk khususnya KTP elektronik sangat dibutuhkan warga untuk berbagai urusan, seperti utang-piutang, menggadaikan barang, jual-beli sepeda motor, maupun berbagai keperluan lainnya. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada petugas Dukcapil yang telah memberikan pelayanan secara mudah dan gratis,” ujar Sartono, salah satu warga penyintas kebakaran.
Sedangkan sejumlah warga lainnya mengaku masih bingung karena buku rekening maupun kartu ATM dari Bank DKI yang selama ini dipakai untuk mencairkan dana bantuan sosial juga turut terbakar. “Banyak warga yang mengharapkan uluran tangan dari Bank DKI untuk membuatkan buku rekening baru maupun kartu ATM JakOne Mobile,” tiimpal Fitri, salah satu warga. Menurutnya, banyak warga penyintas yang selama ini mendapatkan dana bansos dari Pemprov DKI seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan lainnya. (jo)








Komentar