JAKARTA – Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bekerja sama dengan Perum DAMRI memberi layanan pulang kampung bagi orang yang telantar di Jakarta. Dari awal Januari hingga September 2024, program tersebut telah memulangkan sebanyak 1.113 orang telantar menuju ke daerah asal.
Kepala Dinsos DKI Jakarta Premi Lasari menyatakan program pemulangan orang terlantar tidak asal-asalan. “Tetapi didukung dengan data dan keseriusan orang tersebut. Kami juga mengantarkan mereka ke pool bus sesuai tujuan pemulangan dan jadwal keberangkatan,” kata Premi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/10). Pihaknya bekerja sama dengan Perum Damri untuk pemulangan orang terlantar tersebut. “Daerah tujuan pemulangan masih terbatas, untuk sementara mencakup tujuan Lampung, Tasikmalaya, Cilacap, Semarang, dan Surabaya,” tambahnya.
Premi merinci, pemulangan orang terlantar pada Januari sebanyak 88 orang, Februari 128 orang, Maret 127 orang, April 111 orang, Mei 138 orang, Juni 107 orang, Juli 149 orang, Agustus 137 orang, dan September 128 orang. “Proses identifikasi dan verifikasi pengecekan dan perekaman sidik jari, pendataan dan dokumentasi orang terlantar dilakukan terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asal,” ujar Premi.
Setelah itu dilakukan asesmen yang melibatkan Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial dan Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S). “Kemudian kami membuat Surat Pengantar ke Dinas Sosial Pemerintah Daerah tujuan dan tiket kendaraan. “Setelah itu, kami mengantarkan mereka ke pool bus sesuai tujuan pemulangan dan jadwal keberangkatan. Kemudian kami lakukan terminasi,” urai Premi.
Untuk diketahui, kriteria Orang Terlantar yang dapat diberikan layanan pemulangan yakni, terlantar karena korban penipuan, korban tindak kriminal (seperti hipnotis, kecopetan dan lain-lain), korban yang dijanjikan pekerjaan tapi tidak dibayar dan sejenisnya.
Premi berharap dengan adanya pemulangan Orang Terlantar ini, bukan hanya sekadar langkah administratif, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan kota yang lebih manusiawi dan berkeadilan. “Program ini juga mewujudkan ketertiban bagi lingkungan Jakarta,” pungkasnya. (jo)








Komentar