oleh

Ini Cerita Kenangan Jalan Kalibaru Timur Raya Utan Panjang dan Pasar Nangka

POSKOTA.CO – Ini sejarah nama, Jalan Kalibaru Timur Raya, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Keunikan Jalan Kalibaru Timur Raya ini, konon dikenal sebagai lokasi pedagang kaki lima (PKL) tradisional Pasar Nangka Bungur, kembang rupa-rupa, sayuran, buah-buahan dan lain-lain.

Selain itu, di jalan ini juga ada kali saluran penghubung yang diapit dua jalan antara, Jalan Kalibaru Barat Raya, Kebon Kosong, dan Jalan Kalibaru Timur Raya, Utan Panjang yang mengalir ke Sungai Kali Sentiong.

Menurut sumber keterangan, tokoh masyarakat Utan Panjang, Andang mengatakan, keberadaan nama Jalan Kalibaru Timur Raya ini sudah ada sejak Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 1945 silam.

Tokoh masyarakat, Andang didampingi Ketua LMK Utan Panjang Mamat.

“Ceritanya memang ada sejarah antara Pasar Nangka dengan nama Jalan Kalibaru Timur Raya, Utan Panjang. Dulunya banyak orang mengenalnya tempat pedagang gelaran atau emperan di jalan ini namanya Pasar Nangka Bungur,” ungkap Andang, tokoh kelahiran tahun 1958 saat diwawancarai POSKOTA.CO, Rabu (28/10/2020) sore.

Ia menerangkan, selain pedagang gelaran, ada juga pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya di sini.

“Nama Jalan Kalibaru Timur Raya juga menjadi sejarah bagi pedagang gelaran di sini. Menurut informasi dari orang tua kita dulu, nama Pasar Nangka Bungur ini diambil dari nama pohon nangka karena waktu dulu itu pedagang berjualan di bawah pohon nangka bungur, Jalan Kalibaru Timur Raya,” kata Andang, didampingi Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Utan Panjang Mamat.

Ditambahkannya, pada tahun 1970, era Gubernur DKI Jakarta Bang Ali Sadikin, Jalan Kalibaru Timur Raya direvitalisasi.

Pasar Nangka Bungur Jalan Kalibaru Timur Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Beberapa tahun kemudian para pedagang direlokasi ke Lokasi Sementara (Loksem) PKL JP pada tahun 1973 hingga tahun 1985,” paparnya.

Selanjutnya, sambung Andang, pada tahun 2016, Pasar Nangka Bungur direvitalisasi dan diresmikan Gubernurnya Ahok.

Di tempat terpisah, Lurah Utan Panjang Amadeo menambahkan, luas wilayah Kelurahan Utan Panjang adalah 54 hektare, dengan jumlah penduduk 37 ribu jiwa.

“Kelurahan Utan Panjang terdiri dari 139 RT dan 10 RW dengan karakteristik warga masyarakatnya kompak dan guyub,” ujarnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *