oleh

Humble Baker Hadir di Duren Tiga Raya, Perluas Bisnis dan Misi Sosial dengan Produk Lebih Sehat hingga Rencana Ekspansi

JAKARTA — Humble Baker terus memperkuat bisnisnya di industri bakery dengan membuka cabang ke-3 yang berlokasi di Jalan Raya Duren Tiga No 28, Pancoran, Jakarta Selatan. Gerai yang dibangun lebih lengkap dan luas tersebut diresmikan pada Jumat (28/8/2026) dengan dihadiri sejumlah shareholder Humble Baker.

Dengan membawa misi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, perusahaan yang dipimpin oleh Ibnu Pratama atau yang dikenal sebagai Chef Ibnu selaku CEO Humble Baker ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga berupaya menciptakan dampak ekonomi melalui pemberdayaan karyawan, pemasok lokal, serta perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.

Chef Ibnu menjelaskan, perjalanan Humble Baker hingga berkembang seperti sekarang tidak terlepas dari kepercayaan dan dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut tidak hanya berbentuk dana investasi, tetapi juga waktu, tenaga, pengalaman, dan ilmu yang diberikan untuk membantu mengembangkan perusahaan.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan semakin besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat. “Semakin banyak pencapaian, semakin banyak manfaat yang bisa diberikan. Tetapi untuk membuka cabang dan mengembangkan bisnis, tentu kami membutuhkan keuntungan. Karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari teman-teman semua, salah satunya dengan berbelanja di Humble Baker,” ujar Chef Ibnu.

Ia menegaskan bahwa Humble Baker berupaya menjalankan bisnis dengan keuntungan yang tetap memperhatikan nilai manfaat bagi konsumen dan lingkungan di sekitarnya. Prinsip tersebut menjadi salah satu hal yang terus dikembangkan dalam perjalanan bisnis Humble Baker.

Bukan Sekadar Bisnis Kuliner

Chef Ibnu mengungkapkan bahwa sejak awal, Humble Baker tidak hanya diarahkan menjadi sebuah bisnis kuliner yang berorientasi pada penjualan. Perusahaan dibangun dengan tujuan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang.

Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh karyawan yang bekerja di Humble Baker, tetapi juga oleh para pemasok bahan baku, pekerja lokal, pemerintah, hingga masyarakat secara lebih luas.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut terlihat dari penggunaan bahan baku yang berasal dari pemasok lokal. Dalam satu bulan, nilai pembelian bahan baku dari pemasok lokal dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Perputaran ekonomi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berantai. Ketika pemasok mendapatkan pendapatan dari kerja sama dengan Humble Baker, mereka juga dapat mempekerjakan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, aktivitas bisnis tidak hanya berhenti di lingkungan toko, tetapi turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kami menggunakan bahan-bahan dari supplier lokal yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Dengan begitu, mereka juga mampu memberikan pekerjaan kepada karyawan lokal. Ekonomi menjadi lebih hidup dan terus berputar,” jelasnya.

Pemotongan kue tanda dimulainya operasional Humble Baker Duren Tiga Raya

Selain itu, Humble Baker juga turut berkontribusi kepada pemerintah melalui kewajiban pembayaran pajak. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan manfaat bisnis dapat dirasakan secara lebih merata.

Mengembangkan Produk dengan Pilihan Lebih Sehat

Misi memberikan manfaat juga diterapkan Humble Baker dalam pengembangan produk. Chef Ibnu mengatakan bahwa pihaknya berusaha menghadirkan produk yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga memiliki komposisi yang lebih baik.

Salah satu produk yang menjadi contoh adalah donat gandum. Berbeda dengan donat pada umumnya yang menggunakan tepung dan gula sebagai bahan utama serta melalui proses penggorengan, Humble Baker membuat inovasi dengan menggunakan gandum dan memanggang donat tersebut.

Gandum yang digunakan terdiri atas gandum kasar dan gandum halus. Dengan proses tersebut, Humble Baker ingin menawarkan alternatif makanan yang lebih sehat tanpa menghilangkan unsur kenikmatan dari sebuah produk bakery.

“Kalau hanya menggunakan tepung dan gula, tentu pilihan nutrisinya kurang. Di Humble Baker kami menambahkan gandum, baik gandum kasar maupun gandum halus. Donatnya juga tidak digoreng, tetapi dipanggang,” tutur Chef Ibnu.

Meski demikian, ia menyadari bahwa rasa tetap menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah produk dapat diterima konsumen. Karena itu, inovasi kesehatan tidak boleh mengorbankan cita rasa.

Prinsip yang diterapkan Humble Baker adalah menghadirkan pilihan makanan yang lebih sehat tetapi tetap dapat menjadi makanan favorit masyarakat. “Kami ingin memberikan pilihan yang lebih sehat, tetapi tetap menjadi favorit dari sisi rasa,” katanya.

Beragam Produk Menjadi Andalan

Humble Baker menawarkan berbagai produk yang dapat dinikmati konsumen, mulai dari kategori bakery hingga makanan dan minuman. Beberapa produk yang disebut menjadi pilihan yang wajib dicoba antara lain sourdough dengan berbagai varian seperti garlic dan cheese, pisang cokelat meses, hingga kastengel.

Ada pula sejumlah produk pastry dan kue yang menjadi bagian dari menu Humble Baker, termasuk varian bolu pisang kastengel dan bolu pisang dengan varian khas tertentu.

Chef Ibnu juga menjelaskan mengenai konsep produk yang menggunakan istilah “no added sugar” atau tanpa tambahan gula. Menurutnya, istilah tersebut perlu dipahami secara tepat oleh konsumen.

“Produk tanpa tambahan gula bukan berarti produk tersebut sama sekali tidak memiliki kandungan gula. Kandungan gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya,” tambahnya.

Karena itu, Humble Baker berupaya memberikan informasi yang jujur mengenai kandungan produk agar konsumen dapat memahami apa yang mereka konsumsi. “Kalau kami mengatakan no added sugar, artinya memang tidak ada tambahan gula. Tetapi bukan berarti produknya sama sekali tidak mengandung gula, karena bisa saja kandungan gula berasal dari bahan yang digunakan,” jelas Chef Ibnu.

Transparansi mengenai komposisi makanan menjadi bagian penting dari pendekatan Humble Baker dalam memberikan informasi kepada konsumen.

Menawarkan Ruang untuk Pertemuan dan Acara

Tidak hanya fokus pada produk bakery, Humble Baker juga mengembangkan konsep tempat yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pelanggan. Area yang tersedia memiliki ruang yang cukup luas untuk kegiatan meeting maupun berbagai acara. Selain produk bakery, Humble Baker juga memiliki kemampuan untuk menyediakan makanan berat atau main course.

Konsep tersebut membuat Humble Baker tidak hanya menjadi tempat membeli makanan, tetapi juga ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk berkumpul, mengadakan pertemuan, maupun menyelenggarakan kegiatan tertentu. Pilihan minuman yang tersedia juga cukup beragam, termasuk kopi dan minuman non-kopi.

Konsep tersebut sejalan dengan nama “Humble” yang ingin menggambarkan keterbukaan dan kemudahan bagi berbagai kalangan. Humble Baker berupaya menghadirkan tempat yang dapat dinikmati oleh siapa saja dengan suasana yang nyaman.

Di gerai Humble Baker Duren Tiga, selain area restoran, Humble Baker juga memiliki Function Room yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Ruang tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian dengan komposisi sekitar 60 persen dan 40 persen. Pengaturan tempat duduk dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara.

Untuk acara dengan konsep restoran dan susunan tempat duduk tertentu, kapasitasnya dapat mencapai sekitar 100 orang. Sementara apabila menggunakan konsep counter atau pengaturan berbeda, kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Fasilitas tersebut membuka peluang bagi Humble Baker untuk menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan, acara perusahaan, hingga kegiatan sosial dan privat. Ruang tersebut masih memungkinkan untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas sesuai kebutuhan pelanggan.

Dengan tersedianya ruang pertemuan, makanan, minuman, serta kapasitas yang dapat disesuaikan, Humble Baker juga mulai membuka peluang kerja sama untuk kegiatan perusahaan maupun instansi pemerintah.

Acara dapat diselenggarakan di berbagai area yang tersedia, baik di dalam restoran maupun Function Room, tergantung kebutuhan dan jumlah peserta. Konsep ini memberikan alternatif bagi perusahaan atau instansi yang membutuhkan tempat untuk rapat, pertemuan, gathering, maupun acara lainnya dengan dukungan makanan dan minuman dari Humble Baker.

Dengan semakin luasnya fasilitas yang tersedia, Humble Baker berusaha memposisikan diri bukan hanya sebagai bakery atau tempat makan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Ekspansi ke Sejumlah Wilayah

Perkembangan Humble Baker juga ditandai dengan rencana pembukaan sejumlah cabang baru. Chef Ibnu menyebut beberapa lokasi yang menjadi bagian dari agenda ekspansi perusahaan ke depan. Salah satunya adalah Bekasi yang direncanakan menjadi salah satu lokasi pembukaan berikutnya.

Setelah itu, ekspansi juga diarahkan ke kawasan Cibubur, SCBD, serta beberapa lokasi lain, termasuk kawasan Serpong. “Sampai akhir tahun 2026 ini rencana ada tiga gerai lagi akan kami buka,” katanya.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa Humble Baker tidak ingin berhenti pada jumlah cabang yang sudah ada saat ini. Perusahaan ingin semakin dekat dengan konsumennya melalui pembukaan gerai di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi pasar.

Menurut Chef Ibnu, pemilihan lokasi juga mempertimbangkan masukan dari konsumen. Media sosial menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kebutuhan dan keinginan masyarakat. Banyak konsumen menyampaikan lokasi yang mereka harapkan untuk kehadiran Humble Baker. Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah ekspansi.

Menyamakan Pengalaman di Setiap Cabang

Salah satu prinsip yang ingin dipertahankan Humble Baker dalam ekspansi adalah memberikan pengalaman yang relatif sama kepada pelanggan di berbagai cabang. Dengan demikian, konsumen yang pernah menikmati produk dan layanan Humble Baker di satu lokasi diharapkan dapat memperoleh pengalaman serupa ketika mengunjungi cabang lainnya.

Konsep tersebut juga ditujukan untuk memudahkan pelanggan. Konsumen tidak harus bepergian jauh ke lokasi tertentu hanya untuk mendapatkan produk atau pengalaman yang mereka inginkan.

“Tujuannya ingin memberikan experience yang sama. Apa yang bisa dilakukan customer di satu lokasi, diharapkan juga bisa dilakukan di lokasi lainnya, sehingga customer tidak perlu jauh-jauh datang ke tempat tertentu,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Humble Baker dalam membangun identitas bisnis yang konsisten seiring bertambahnya jumlah cabang.

Chef Ibnu kembali menekankan bahwa tujuan utama Humble Baker bukan semata-mata mengejar pertumbuhan jumlah cabang. Pertumbuhan bisnis justru diharapkan menjadi sarana untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.

Semakin besar skala usaha, semakin banyak tenaga kerja yang dapat diserap. Semakin banyak bahan baku yang dibeli dari pemasok lokal, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi.

Di sisi lain, semakin banyak pelanggan yang datang, semakin besar peluang Humble Baker untuk mempertahankan dan mengembangkan program-program bisnis yang memiliki dampak sosial. Karena itu, dukungan konsumen dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan perusahaan.

Chef Ibnu mengajak masyarakat yang ingin mendukung perkembangan Humble Baker untuk ikut menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut dengan memilih dan membeli produk-produk yang tersedia.

Bagi Humble Baker, aktivitas belanja pelanggan bukan hanya transaksi antara penjual dan pembeli. Di balik transaksi tersebut terdapat rantai ekonomi yang melibatkan karyawan, pemasok bahan baku, pelaku usaha lokal, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan menggabungkan inovasi produk, konsep tempat yang terbuka untuk berbagai kebutuhan, penggunaan bahan baku lokal, serta ekspansi ke berbagai wilayah, Humble Baker berupaya membangun bisnis kuliner yang memiliki dampak lebih luas.

Ke depan, perusahaan akan terus memperluas jangkauan sambil mempertahankan prinsip yang menjadi dasar pendiriannya: menghadirkan makanan yang tetap mengutamakan rasa, memberikan pilihan yang lebih baik bagi konsumen, sekaligus menciptakan manfaat bagi semakin banyak orang.

Bagi Humble Baker, semakin besar bisnis yang dibangun, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *