oleh

Iga Swiatek: Impian Jadi Kenyataan Capai Final di Roland Garros

POSKOTA.CO – Petenis remaja berusia 19 tahun, Iga Swiatek (Polandia)  membuat prestasi sensasional di  Grand Slam lapangan tanah liat Perancis Terbuka 2020, melenggang ke final di tunggal dan mencapai semifinal di ganda. Capain itu dikatakannya bagai mimpi yang jadi kenyataan.

Swiatek  kalah enam kali dari 23 pertandingan yang dilakoni di musim ini. Ia membuat langkah gemilang ketika menumbangkan favorit utama dan juga petenis putri nomer dua dunia Simona Halep (Rumania) di babak keempat.

Di balik sukses itu Swiatek bercerita jika dirinya berkonsultasi dengan psikolog jika hadapi pertandingan berat melawan petenis unggulan.   “Saya menangani saraf saya dengan cukup baik. Saya merasa seperti saya sangat efisien dan sangat fokus untuk seluruh pertandingan sehingga saya memberikan banyak tekanan pada lawan saya,” kata Swiatek dilansir WTAtennis. com. “Saya bahkan tidak gugup pada set kedua karena saya tahu itu mungkin akan berjalan sesuai keinginan saya,” lanjutnya.

Swiatek melanjutkan terobosan brilian menyempurnakan ‘paket kejutan’ setelah di semifinal berhasil meredam perlawanan  Nadia Podoroska (Argetina) dengan dua set 6-2 6-1. Ia pun mencatatkan diri melangkah ke final pertamanya di ajanga Grand Slam sepanjang kariernya. “Mudah untuk mengatakan bahwa Anda tidak akan berpikir bahwa Anda bermain di semifinal, tetapi itu ada di belakang kepala Anda. Masalahnya adalah Anda tidak harus fokus pada pemikiran itu, Anda hanya harus melepaskannya dan fokus pada hal-hal yang benar-benar membuat perbedaan, seperti teknik atau taktik,” terang Swiatek. “Di satu sisi saya tahu bahwa saya bisa memainkan tenis yang hebat. Di sisi lain, ini agak mengejutkan bagi saya. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan berada di final. Ini gila. Saya terus percaya pada diri saya sendiri. . Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” imbuhnya.

Swiatek di laga final akan berhadapan dengan unggulan keempat Sofia Kenin (Amerika Serikat) yang membidik trophy keduanya di ajang Grand Slam, sesudah awal tahun ini sukses menjadi juara Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne. Kenin lolos ke final sesudah memperdaya dua kali juara Wimbledon Petra Kvitova (Rep Ceko) di semifinal.

Sejauh ini  satu-satunya pertemuan Swiatek  kontra  Kenin  terjadi di acara junior di Roland Garros empat tahun lalu, ketika  dirinya  menang dalam dua set ketat.

“Saya ingat saya kalah. Saya tidak ingat bagaimana saya bermain. Tapi yang pasti saya dapat mengatakan saya tidak senyaman di tanah liat seperti sekarang, seperti yang mulai saya rasakan tahun lalu,” tutur Kenin tentang Swiatek yang jadi lawannya di final Sabtu besok. “Tentu saja, kami berdua adalah pemain yang berbeda sekarang. Saya harus memikirkan apa yang dia lakukan. Dia menjalani dua minggu yang hebat di sini. Dia mendapatkan hasil yang bagus, bermain tenis yang sangat bagus. Saya tahu bahwa saya juga bermain bagus . Aku hanya akan bersenang-senang hari ini, dan kemudian besok aku akan bersiap untuk hasil terbaik,” imbuhnya.

          SEMPAT BIMBANG 

Sementara itu Swiatek  sebelum ke final pernah mengatakan belum berkomitmen penuh pada tenis profesional. Ia masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan ke universitas.

“Saat ini akan sulit membuat keputusan untuk kembali belajar karena saya merasa benar-benar bisa mencapai hal-hal besar,” tutur Swiatek. “Aku hanya ingin fokus pada itu. Tapi sebenarnya aku baru 19 tahun, jadi banyak yang bisa berubah selama beberapa tahun. Kita akan lihat. Mungkin aku akan lapar tentang pengetahuan atau lapar di lapangan,” imbuhnya.

Meski Swiatek masih bimbang antara total jadi petenis profesional atau melanjutkan bangku kuliah di  universitas, dengan mencapai final Grand Slam Perancis Terbuka 2020 ini, setidaknya dirinya telah sangta membangkan kedua orang tua dan negerinya akan pencapaian prestasi yang fenomenal dan langka untuk remaja seusianya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *