oleh

Pembeli dan Pedagang Excavator Rp 1,265 Miliar Saling Gugat ke Pengadilan

POSKOTA.CO  – Pembelian Excavator atau alat berat seharga Rp 1,265 miliar berbuntut panjang. Arwan Koty, selaku pembeli dan   PT. Indotruck, selaku penjual akhirnya saling mencari keadilan lewat jalur hukum.

Mereka saling mengklaim terhadap satu unit Excavator Volvo EC 210D. Satu pihak, pembeli mengaku sudah membayar lunas barang tersebut termasuk biaya pengiriman ke Nabire, Papua, sedang satu pihak lainnya, si penjual menampik tuduhan itu dengan berbagai macam alasan.

Buntutnya,  Arwan Koty, warga Kecamatan Gambir Jakarta Pusat ini dijadikan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri atas laporan PT. Indotruck atas tuduhan Pasal 263 KUHP dan pasal 220 KUHP.  Bahkan ia telah mengajukan permohonan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Namun menurut kuasa hukum PT Indotruck,  Goerge kepada wartawan di PN Jakarta Utara, Kamis (8/10/2020) gugatan praperadilan tersebut kandas sesuai putusan yang dijatuhkan PN Jaksel pada Selasa (6/10/2020).

Sementara kuasa hukum Arwan Koty mengakui, kemarin malam bersama kliennya berada di Bareskrim Mabes Polri dan rencananya berkas perkara laporan tersebut akan diserahkan ke Kejari Jaksel sebagai tahap kedua.

“Rencana hari Kamis (8/10/2020) berkas laporan ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk memenuhi tahap dua,” katanya sambil menyebutkan kalau persidangan gugatannya soal  Wanprestasi dan  Perbuatan Melawa Hukum (PMH) ditunda

Dalam perkara ini Arwan Koty menggugat PT. Indotruck di PN Jakarta Utara karena ingkar janji atau Wanprestasi yang dipimpin Majelis Hakim diketuai Fahzal Hendri, SH, MH, dan PMA dengan ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun,SH, MH.

Kasus ini berawal sekitar tahun 2017 ketika Arwan Koty membeli saru unit Excavator Volvo EC 210D seharga Rp 1, 265. miliar Excavator dari PT Indotruck utama untuk mengembangkan usaha tambang di Nabire Papua. Dan sudah dibayar lunas sesuai dengan harga yang telah di sepakati termasuk membayar biaya pengiriman sampai tempat tujuan.

Namun, hingga kini Excavator tersebut kabarnya belum diserah – terimakan oleh pihak Indotruck kepada pembeli. Arwan Koty lalu mengajukan somasi kepada PT Indotruck agar memenuhi kewajibannya sesuai Perjanjian Jual Beli (PJB) untuk mengembalikan uang yang telah disetorkan, tapi, tidak diindahkan. (Fery/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *