oleh

Hindarkan Verstappen Frustrasi di GP Rusia, Red Bull Ajak Bicara Honda

POSKOTA .CO – Red Bull Team  berencana memperbarui mesin mobil  Formula One (F1) yang digunakan Max Verstappen (Belanda) dengan mengajak bicara Honda selaku pemasok mesin, dengan tujuan agar pembalap berjuluk The Dutch Devil itu tidak akan kembali frustasi pada seri balapan F1 GP Rusia, Minggu (27/9/2020), di Sirkuit Socci, Rusia.

Pembicaraab dengan Honda selaku  pemasok mesin  Red Bull untuk menghindari terulangnya masalah yang membuatnya marah di GP Tuscan dan GP Monza. Di dua seri terakhir itu Verstappen gagal finis akibat kerusakan mesin.

Bos Red Bull Christian Horner bermaksud untuk berdiskusi dengan pembalapnya tentang apa yang  mampu dilakukan Honda dan tim Milton Keynes untuk memperbaiki masalah teknis  yang membuatnya kehilangan momentum dalam pertarungan kejuaraan.Verstappen telah berhasil memimpin, baik di Monza dan Tuscan tapi gagal finis kerna kerusakan mesin.

Di Monza, Verstappen harus memarkir mobilnya setelah Honda melihat masalah dalam data.  Dan kemudian pada akhir pekan berikutnya di Mugello, dia juga harus  turun kembali ketika tiba-tiba kehilangan tenaga.

“Inilah yang Anda dapatkan dari pertunjukan sialan ini,”  umpat Verstappen dalam referensi tentang masalah mesin yang menyebabkan dirinya gagal finis.

Umpatan pembalapnya itu, membuat Horner punya inisiatif agar hal serupa tak akan teruang kembali. “Frustrasi Max pada DNF  benar-benar bisa dimengerti,” kata Horner dalam kolom di situs Red Bull. “Sejak lap pertama di Mugello, dia sudah di atasnya. Kami memiliki mobil yang sangat cepat dan beberapa kemajuan nyata telah dibuat dengan keseimbangan mobil. Itulah yang sangat menyakitkan baginya. Dalam panasnya momen ketika Anda telah beralih dari adrenalin awal menjadi kekecewaan karena berakhir di perangkap kerikil, wajar saja jika Anda melampiaskannya di radio,” lanjut Horner.

Horner menekankan bahwa keinginan Verstappen untuk sukses itulah yang membuatnya begitu sukses.”Kami benar-benar merasa bahwa dalam balapan kami bisa bertarung melawan Mercedes. Dia telah melakukan kerja keras dalam mengalahkan Lewis [Hamilton] di luar garis dan itu akan menjadi pertandingan, tapi tentu saja itu tidak terwujud,” kata Horner. “Itu adalah balapan kedua berturut-turut dan membuat dia frustrasi karena dia lapar dan sangat menginginkannya. Jika dia tidak memiliki rasa lapar itu, dia tidak akan menjadi pembalapnya, dan kita semua ingin menonton pertarungan untuk kemenangan setiap akhir pekan. Dia harus mengeluarkannya dari sistemnya sekarang dan kemudian melihat ke depan. “Kami akan membahasnya agar di Sochi hal seru tidak terulang,” tambahnya.

Horner memprediksi Mercedes berusha mengatur kecepatan di Sochi. Tapi ia melihat pabrikan Jerman itu rentan. “Saya berharap Mercedes akan bersemangat dan cukup dominan karena itu jenis trek mereka. “Tapi seperti yang kita lihat musim ini degradasi ban merupakan faktor yang menarik,” tutur Horner. “Jadi, akan sangat bagus jika kami bisa bersaing di Sochi dan menempatkan mereka di bawah sedikit tekanan, karena saat itulah sesuatu bisa terjadi. Dari segi kejuaraan, kami sangat luar biasa sekarang dan setiap balapan adalah final piala bagi kami. Kami hanya akan pergi untuk itu karena kami tidak akan rugi,” pungkasnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *