JAKARTA – Dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung, Kepala Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo dan jajarannya bekerja keras mengeruk lumpur di sejumlah sungai. Upaya ini sekaligus dalam rangka mengatasi persoalan banjir yang masih sering dikeluhkan warga Ibukota.
“Pada awal tahun 2025, kami melakukan pengerukan lumpur setidaknya di lima lokasi antara lain Ciliwung di ruas Bukit, Kali Grogol di Lebak Bulus, Kali Pesanggrahan, Kali Cideng, dan beberapa waduk,” kata Santo saat memimpin pengerukan lumpur di Kali Cideng di segmen Jl Patra Kuningan VII Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (21/4). Dalam mengarahkan kerja teknis itu, Santo didampingi mantan Koordinator Waduk Pluit RH Heryanto.
“Semua kegiatan yang kami lakukan adalah untuk mendukung program kerja 100 hari pertama Gubernur Jakarta,” tegas Santo yang merupakan salah satu SDM senior di jajaran Dinas SDA Jakarta dan paling banyak pengalaman. “Tentunya juga menindaklanjuti aspirasi warga yang sering mengeluhkan genangan air akibat luapan kali,” tambah Santo yang sebelummnya pernah menjadi Kasudin SDA Jakarta Utara selama dua tahun, Kasudin SDA Jakarta Timur selama tiga tahun, dan kini juga sudah tiga tahun menjadi Kasudin SDA Jakarta Selatan.
Khususnya pengerukan di Kali Cideng yang dimulai pada tanggal 14 April 2025 terdapat tiga segmen, mulai dari Jl Patra Kuningan VII hingga Patra Kuningan XI dan totalnya sampai di Jalan Kasablanka. “Untuk segmen pertama ditargetkan kelar tanggal 30 Juni 2025 dengan volume pekerjaan mengeruk lumpur sebanyak 2.437 meter kubik. Panjang sungai yang dikeruk 325 meter, kedalaman 1,5 meter, dengan lebar 10 meter,” papar Santo yang sudah delapan tahun menjadi Kasudin SDA di tiga wilayah Jakarta.
Adapun untuk ketiga segmen itu ditargetkan seluruhnya mengeruk lumpur lebih dari tujuh ribu meter kubik dengan panjang sungai lebih dari satu kilometer. “Kendala pengerukan di sini, sulitnya akses alat berat sehingga kami terpaksa mengerahkan empat eskavator mini ampibi. Lalu lumpur diangkut secara estafet menggunakan puluhan truk kecil, untuk transit di Rawaminyak, dan selanjutnya dibuang ke Ancol,” urai Santo yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi di Sudin SDA Jakarta Barat.
Khususnya pengerukan lumpur di Kali Cideng ini juga dikerahkan ratusan petugas jajaran SDA Jaksel, Kecamatan Tebet, dan Kelurahan Menteng Dalam yang turut mengangkut lumpur secara manual, terutama di lokasi yang belum bisa dijangkau alat berat karena tidak ada akses. Di situ tampak, kedalaman sungai yang dulunya di atas lima meter, kini sudah sangat dangkal dan tinggal beberapa puluh sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.
Tokoh warga Marhasan menyambut baik pengurasan lumpur kali di depan rumahnya. “Permukiman kami sering kebanjiran karena luapan Kali Cideng. Kami bersyukur dengan hadirnya Gubernur baru yakni Pak Pramono Anung kembali menggalakkan kegiatan normalisasi sungai yang dirindukan warga resmi Jakarta. Sebagai pemimpin Jakarta harus tegas, para penghuni bangunan liar di bantaran selaku penyebab menciutya sungai dan pembuangan sampah di kali, harus ditertibkan tanpa pandang bulu. Sebagai Gubernur Jakarta jangan cuma pencitraan sok humanis tapi membiarkan munculnya para pelanggar ketertiban umum sehingga sangat merugikan penduduk resmi Jakarta. Gubernur harus tegas,” tandasnya. (jo)








Komentar