JAKARTA – Human Initiative (HI) bersama kebaikan para mitra kolaborasi dan dukungan pemerintah, menyelenggarakan Local Champion Forum 2024 di Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan itu turut menghadirkan 25 aktor lokal penggerak masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menyebutkan kemajuan sosial dan ekonomi di Indonesia berada pada skor 74,39, angka ini meningkat dari tahun lalu sebesar 73,77. Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan dalam dimensi utama seperti harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup yang layak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, pakaian, pendidikan, dan kesehatan.
“Selama 25 tahun menggerakkan kerja kemanusiaan, Human Initiative senantiasa mendukung pembangunan berkelanjutan dengan meluncurkan berbagai program pemberdayaan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan instansi pemerintah, donatur, institusi pendidikan, pelaku usaha, praktisi, dan organisasi kemanusiaan lainnya,” kata Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/8).
Dalam perjalanan tersebut, Human Initiative berupaya merancang pendekatan efektif, yang dimulai dari gagasan pembentukan Indonesia Village Care (IVC) pada tahun 2009, disempurnakan melalui program Klaster Berdaya pada tahun 2017, hingga pada tahun ini kembali diperbarui menjadi Integrated Sustainability Program (ISP). “Bahwa Integrated Suistanability Program (ISP) adalah produk yang dibentuk sebagai ikhtiar untuk menghadapi tantangan global dengan membangun peningkatan kualitas hidup dan kemampuan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” ujar Tomy.
Program ini dijalankan dengan membangun tiga pilar, antara lain Kampung Berdaya, Keluarga Berdaya, dan Pemuda Berdaya. “Program-program ini mendorong setiap wilayah mengembangkan modal sumber daya manusia, fisik, sosial, dan finansial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan sehingga menjadi Kampung Berdaya. Ranah Klaster Berdaya di tingkat keluarga dilakukan dengan intervensi program untuk dipantau perkembangan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek, meliputi aspek ekonomi, kesehatan, dan pendidikan untuk mencapai tingkat kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Tomy.
Peran pemuda sebagai level terkecil dalam Kampung Berdaya sangatlah penting karena inisiatif mereka akan menentukan keberlanjutan program. “Mereka, para pemuda, dibina untuk mengenali dan mengembangkan potensi lokal, serta menjadi aktor kunci dalam perencanaan dan pengorganisasian kegiatan kemasyarakatan, mendorong komunitas, dan menjaga keberlanjutan di wilayah mereka masing-masing,” sambungnya.
Human Initiative menyelenggarakan Local Champion Forum 2024 di Senggigi, NTB dengan tema ’Kolaborasi dalam Pembangunan Berkelanjutan Melalui Penguatan Aktor Lokal Penggerak Masyarakat’. Forum ini menghadirkan 25 Aktor Lokal Penggerak Masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia merupakan harmonisasi dari usia Human Initiative yang memasuki 25 tahun pada tahun 2024 ini.
“Kunci pemberdayaan berkelanjutan di lingkungan masyarakat adalah keterlibatan aktor-aktor lokal. Maka sudah seharusnya saat ini kita memberikan dukungan kepada mereka, karena aktor lokal inilah yang paling cepat membantu wilayah mereka dalam mengatasi masalah. Kita semua hadir untuk mendukung dan mendampingi agar mereka jauh lebih kuat,” tutur Tomy.
Mewakili Human Initiative, Tomy menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung aktivitas program berkelanjutan, baik itu dari individu maupun mitra institusi dalam dan luar negeri. “Kami sebagai lembaga kemanusiaan punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap amanah yang dititipkan kepada kami sesuai dengan apa yang diharapkan. Melalui kegiatan ini kami telah menjadi inspirasi bagi kampung-kampung para aktor lokal. Hari ini kami menginspirasi Indonesia dan tiga hingga lima tahun ke depan kami akan menginspirasi dunia,” pungkas Tomy. (jo)








Komentar