POSKOTA.COM – Bagaimana bila Email atau surat elektronik Anda di hacker orang lain. Saat ini Anda dikejutkan dengan pemberitaan dari perusahaan keamanan komputasi asal Amerika Serikat, Hold Security yang menyebut, miliaran data pribadi pengguna internet dunia telah dicuri.Weleh-weleh. Data apa saja ya?
Kabarnya kelompok peretas asal Rusia ini telah mencuri sekitar 1,2 miliar data pengguna internet. Kabar ini menyusul laporan yang dirilis perusahaan keamanan komputasi asal Amerika Serikat, Hold Security yang menyebut miliaran data pribadi pengguna internet dunia telah dicuri.
Laporan itu termasuk sejumlah informasi rahasia dari 420 ribu situs, 1,2 miliar username dan password serta lebih dari 500 juta alamat email. Serangan itu bukan hanya menyasar sejumlah perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga situs yang kerap dikunjungi korban.
Mengutip laman Business Insider, Kamis, 7 Agustus 2014, para peretas ini diketahui tidak menjual setiap informasi yang diperoleh secara online. Aksi para peretas ini lebih pada upaya menyebarkan spam.
Meski diketahui berasal dari Rusia, dipastikan para peretas ini tidak ada kaitannya dengan pihak pemerintah. Aksi ini diprediksi melibatkan sekitar 12-20 peretas yang menjadikan sebuah kota kecil di selatan Rusia, wilayah yang diapit Kazakhstan dan Mongolia sebagai pusat komando operasi mereka.
“Ada pembagian kerja dalam kelompok peretas ini. Ada yang menulis bahasa pemrograman hingga mencuri data,” ucap Founder and Chief Information Officer Hold Security, Alex Holden.
Senada dengan itu laporan yang dirilis harian The New York Times mengatakan tim dari Hold Security diketahui telah melakukan penelusuran siapa peretas yang bertanggung jawab atas aksi pencurian miliaran data ini. Mereka bahkan mengklaim sudah mengetahui siapa saja pengguna yang username dan password-nya berhasil dicuri kelompok peretas yang mengusung nama ‘CyberVor’.
Tim Hold Security menyebut aksi para peretas ini dilakukan sejak tahun 2011 yang kala itu menjadi amatir penyebar spam, yang membeli database curian mengenai informasi personal pengguna internet di pasar ilegal. Pada April silam, grup ini kian aktif menggunakan beragam tehnik dan alat untuk meretas informasi pengguna internet. (hais/dream)







Komentar