JAKARTA — Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh para alumni Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Angkatan 38 Tahun 1992 yang tergabung dalam Yayasan Persada Moro Tiga Delapan. Melalui langkah konkret yang menyentuh langsung akar rumput, yayasan ini secara resmi mendeklarasikan Gerakan Toilet Sekolah Bersih di SD Hangtuah 4 Cipulir, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Gerakan strategis ini hadir sebagai jawaban atas masih belum memadainya fasilitas sanitasi di sejumlah lembaga pendidikan. Lebih dari itu, peluncuran ini juga menjadi wujud nyata keselarasan visi para purnawirawan TNI AL dengan arah kebijakan pemerintah, yakni mendukung Program Prioritas Nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, serta mengejawantahkan misi besar Asta Cita Kabinet Merah Putih.
Ditemui usai acara, Pembina Yayasan Persada Moro Tiga Delapan, Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, M.Han., menegaskan bahwa program ini murni merupakan bentuk aksi nyata pertama yang digagas secara bergotong royong oleh anggota Yayasan Persada Moro 38 —yang tergabung dalam Angkatan 92.
”Ini adalah tindakan aksi nyata pertama yang kami lakukan. Kami di Moro 38 sudah sepakat untuk melaksanakan kegiatan yang betul-betul bermanfaat langsung kepada masyarakat,” ungkap Laksdya TNI Agus Hariadi di hadapan para jurnalis.
Meski baru berdiskusi intensif selama tiga bulan terakhir, pergerakan para alumni ini tergolong sangat masif. Tercatat sudah ada 15 titik fasilitas toilet yang tuntas dibangun maupun direnovasi. Pembangunan ini disesuaikan berdasarkan hasil survei mendalam mengenai tingkat urgensi dan kapasitas masing-masing sekolah.
Sebaran titik renovasi tahap awal ini telah menjangkau berbagai wilayah di tanah air, mulai dari: Jabodetabek: SD Hangtuah 4 Cipulir & SD Hangtuah 3 Rawa Bambu (Jakarta Selatan), serta SD Hangtuah 8 Kodamar (Jakarta Utara).
Nusantara & Luar Jawa: Pontianak, Surabaya, Makassar, Kupang, Medan (SD Hangtuah 2 Titipapan & SD Hangtuah 1 Belawan), hingga Tasikmalaya dan Majalengka.
Sentuh Level Dasar: Dari Sekolah Hingga Pesantren.
Menjawab pertanyaan jurnalis terkait perluasan jangkauan program, Laksdya Agus Hariadi menjelaskan bahwa sasaran utama saat ini difokuskan pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Pemilihan jenjang ini didasari oleh prinsip dasar pembentukan karakter dan kultur disiplin hidup bersih yang harus ditanamkan sejak usia dini.
Tidak berhenti di sekolah umum, yayasan juga membidik fasilitas keagamaan seperti pondok pesantren yang memiliki rasio santri sangat tinggi dengan keterbatasan fasilitas sanitasi.
”Ke depan, target kita akan tingkatkan lebih banyak lagi. Kami juga sudah survei ke pondok-pondok pesantren. Kami paham di pondok, jumlah santri bisa mencapai ribuan dengan kapasitas toilet yang sangat terbatas,” tegasnya.
Terkait pendanaan, pembangunan ini murni dihimpun dari partisipasi swadaya para anggota alumni. Namun, ke depan yayasan berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) agar gerakan ini semakin masif.
Aspek paling krusial dari Gerakan Toilet Sekolah Bersih ini bukan hanya pada perbaikan fisik semata, melainkan pada edukasi dan keberlanjutan kultural. Yayasan tidak datang, membangun, lalu pergi. Melainkan duduk bersama pihak sekolah, para guru, komite, hingga para murid untuk merumuskan sistem pemeliharaan dan Standar Nasional Bersih Toilet.
Anak-anak dididik secara terstruktur mengenai tata cara penggunaan fasilitas sanitasi yang benar: kapan harus menyiram, bagaimana menghemat air bersih, penggunaan sabun, hingga menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah secara kolektif. Kepala sekolah dan guru-guru penerima manfaat turut berkomitmen penuh untuk mengawal pembiasaan positif ini dalam keseharian siswa.
Dengan mengusung tagline “Toilet Bersih, Sekolah Sehat, Anak Indonesia Cerdas”, kehadiran Yayasan Persada Moro Tiga Delapan membuktikan bahwa jiwa korsa prajurit TNI tidak pernah luntur—ketika seragam kedinasan ditanggalkan, darma bakti kepada ibu pertiwi bertransformasi menjadi kerja nyata mencerdaskan dan menyehatkan masa depan anak-anak bangsa. (aga)







Komentar